SPACE IKLAN

header ads

Konsekuensi, Kades Jembatan Kembar, Ancam Lapor Balik

Berita Nasional
Oleh. Ilham
Editor. L. Muhasan
11 Agustus 2021.

Lombok Barat - Kepala Desa Jembatan Kembar (Jakem) Kecamatan Lembar Lombok Barat mengapresiasi tindakan oknum warga yang melaporkannya ke Kejaksaan Negeri Mataram, di Mataram. 

Menurut Amirullah Kepala Desa Jembatan Kembar, tindakan tersebut merupakan kritikan dan saran dari salah satu oknum warganya termasuk pelapor. 

" Kami berterimakasih dan ini sebagai kritik dan saran, namun kami sedikit sesalkan kemarin di pemberitaan, kenapa tidak konfirmasi kepada saya biar saya jelaskan." Ujar Amirullah saat dihubungi media ini dirumahnya. Rabo (11/8/2021). 

Amirullah juga menjelaskan, apa yang disebut dan dilaporkan tersebut seperti korupsi pada pengerjaan rehabilitasi jalan tani, honorer Kader dan Pekaseh yang belum dibayar dan katanya lampu penerang jalan serta hilangnya aset desa berupa kendaraan roda tiga itu semua tidak benar dan masih ada di masyarakat. 

" Apa yang mereka laporkan kan semua masih ada, seperti lampu jalan sampai hari ini masih berdiri, dan kemudian roda tiga juga sampai hari ini masih ada bahkan kita hibahkan ke kelompok ternak di dusun Karang Anyar dan masih sampai sekarang." Cetus nya. 

Selain itu pembangunan tempat wudhu di masjid gunung gundil dan semua sudah dilaksanakan sesuai prosedur. Selain itu juga permasalahan honorer Kader, tentu sebelumnya pada tahun 2019 honorer kader perbulannya Rp. 45.000 setelah 2019 dinaikkan menjadi Rp. 100.000 sampai tahun 2020 berkisar Rp. 150.000.

" Kenapa kita tidak kasih full 12 bulan, sebab ada Pemangkasan anggaran dari pemda dan semua desa mengalami hal tersebut." Jelasnya. 

Selain itu yang dilaporkan honorer Pekasih, (Subag) hal serupa juga ada pemangkasan, sebab anggaran untuk 12 bulan tidak cukup dan besar honorer pekasih perbulan dianggarkan adalah Rp. 750.000 perbulan sedangkan di desa lain hanya Rp. 250.000, artinya dia kali lipat dari desa-desa lainnya. 

" Jadi yang menjadi persoalannya apa. Dan apa yang dilaporkan tidak bener dan seharusnya ada klarifikasi," Jelasnya. 

Amirullah menyayangi sikap oknum warganya yang melaporkan tersebut, padahal menurut dia, (Kades red)  yang melapor tersebut pernah menjadi TPK di Desa Jembatan Kembar, namun pada persoalan tersebut oknum pelapor tidak diperpanjang SKnya pada tahun 2020, penyebabnya pada waktu itu tidak ada pekerjaan. 

" Dia berhenti dengan otomatis dan tidak kita sambung SKnya karena tidak ada yang dikerjakan, bahkan pada waktu itu bertepatan dengan Covid-19 masuk ke Indonesia dan pada 25 Pebruari semua perencanaan untuk pisik sampai sekarang tidak bisa kita kerjakan. Habis sama BLT-DD, dan saya melihat ada kekecewaan juga, wajar tapi disitu juga ada proses yang harus dipahami." Bebernya. 

Atas dasar laporan tersebut Kejaksaan Negeri Mataram turun langsung ke Kantor Desa Jembatan Kembar Selasa (10/8/2021) dan diterima langsung oleh Kepala Desa Amirullah diruangannya. 

" Memang kemarin kita klarifikasi, serta menjelaskan persoalan tersebut dan kita buktikan dan buktinya masih ada kok, dan tidak ada masalah dan wajar kejaksaan turun kan sebab ada laporan yang tidak mendasar." Kata Amirullah. 

Untuk sementara saat ini atas tindakan pelapor oknum warganya yang dinilai tidak mendasar, yang melaporkan nya ke Kejaksaan Negeri Mataram, tentu Amirullah merasa nama baiknya dicemarkan dengan laporan tersebut. Sehingga berencana akan melaporkan kembali oknum warganya tersebut. Karena laporan yang disampaikan warganya itu tak terlepas dari muatan politis. 

" InsyaAllah kita akan rembuk dengan perangkat desa lainnya untuk kita lapor balik." Jelasnya.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar