SPACE IKLAN

header ads

Pemerintah Desa Batu Putih, Kembangkan Wisata Alam di Kawasan BKSDA


Berita Nasional
HEADLINE NEWS
Oleh. Lalu
Editor. L. Muhasan
20 September 2021.

Lombok Barat - Kepala Desa Batu Putih gandeng Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Nusa Tenggara Barat NTB untuk mengembangkan Taman Wisata Alam TWK di Kawasan BKSDA di Dusun Selegong Bangko-Bangko Desa Batu Putih Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat NTB. 

Menurut Kades Batu Putih Fajrin, sebelumnya Kawasan BKSDA menjadi polemik beberapa tahun lalu, sebab banyak persoalan yang terjadi. Untuk membangun kerja sama yang baik dengan pihak BKSDA perlu komunikasi dengan baik. 

" Memang masyarakat tidak bisa terlepas dari wilayah sana, sebab kehidupan masyarakat sangat tergantung. Di samping pariwisata juga bisa nelayan, karena Bangko-bangko itu merupakan penghasil ikan tongkol yang luar bisa." Ucap Kades. 

Oleh sebab itu, mulai dari potensi serta usaha masyarakat setempat, tentu semua nya kita kembangkan dan terlepas berbicara tentang aturan-aturan yang ada di kawasan BKSDA, namun dilihat dari potensi sangat bagus perlu di kembangkan. 

" Kita harus bersinergi dengan BKSDA dan pemerintah serta masyarakat untuk bisa kembangkan potensi pariwisata yang ada di kawasan tersebut. Serta memperhatikan aturan-aturan yang ada di KSDA." Katanya.

Sehingga di tahun 2019 Pemerintah Desa Batu Putih melakukan MoU dan membentuk Kelompok pengelola taman wisata alam Bangko-Bangko atau disebut Kelompok Lestari Bangko-Bangko, dan ini adalah merupakan kelompok swadaya masyarakat. 

Berdasarkan MoU tersebut masyarakat atau Kelompok pengembang tersebut diberikan wilayah pengelolaan sementara seluas 100 Hektar untuk dijadikan wisata alam, dan lebih menarik nya lagi, pihak BKSDA juga mendukung kegiatan tersebut dengan melakukan pembinaan terhadap Kelompok tersebut. 

" Dan alhamdulillah bentuk dari wujud pembinaan itu, mereka memberikan bantuan program untuk pariwisata. Dan mereka berikan tiga buah Bungalow tiga buah Gazibo besar dengan kelengkapannya, Dan perpipaan air bersih serta pengembang jaringan listrik." Ujar Fajrin. 

Tidak hanya itu, lanjut Kades, untuk mendukung kegiatan tersebut pihak BKSDA akan memberikan pelatihan-pelatihan pengelolaan Taman Wisata Alam (TWK) di Bangko-Bangko kepada Kelompok pengelola. Pihak BKSDA juga akan memberikan bantuan baik sarana maupun prasarana seperti Snokling dan Daiving. 

" Jika tidak ada kendala nanti tanggal 23 September ini akan di adakan pelatihan. Dan BKSDA berjanji selama Lima tahun berturut-turut akan melakukan pembinaan kepada masyarakat, baik pemberdayaan maupun prasarana." tutupnya.


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar