SPACE IKLAN

header ads

Gegara Harga Bawang Anjlok, Petani di Bima Demo

Berita Nasional
HEADLINE NEWS
Oleh. Ipul
Editor. L. Muhasan
18 November 2021.

Bima - Harga Bawang Merah di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) alami penurunan drastis dari Rp 15.000/kg menjadi Rp 5.000/kg. Akibatnya petani menjerit dan meminta kepada pemerintah setempat untuk menstabilkan harga. 

Petani bawang menganggap, harga bawang merah saat ini tidak sebanding dengan harga produksi, sehingga menyiksa petani. 

Permintaan untuk menstabilkan harga pun dilakukan dalam bentuk aksi Damai yang digelar oleh mahasiswa, dan masyarakat petani di depan kantor pemerintah daerah (Pemda) Bima kamis (18/11/21).

Dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 27 tahun 2017 tentang penetapan acuan harga bawang merah, harga bawang memiliki spesifikasi. Mengacu pada Permendag ini, harusnya Pemerinta mengambil langkah strategis untuk mengatasi masalah petani. 

"Harga bawang sekarang sampai 5.000/kg, harusnya tidak seperti ini, pemerintah harus bisa stabilkan harga," tuntut Pendemo. 

"Harga bawang sekarang, tidak sebanding dengan harga produksi. Maka harga pupuk,  obat obatan naik.  Kasihan petani, merintih sekarang," serunya pedemo dalam orasinya. 

Pedemo pun sempat tegang. Pasalnya, seorang massa aksi tidak puas yang ditanggapi oleh Bupati Bima Hj. Damayanti Putri SE, masa aksi sampat melempar kaca jendela kantor Bupati saat berorasi. 

Akhirnya polisi mengeluarkan tembakan gas air mata ke atas, juga sempat untuk memecah kerumunan massa aksi.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar