SPACE IKLAN

header ads

Luar Biasa, SD Islam Tarbiatul Ulum Sekotong Timur, Jadi Sekolah Pertama di Lombok Barat Terapkan Ini..!

Siswa-siswi SD Islam Tarbiatul Ulum Jelateng Sekotong Timur, bersama aktivitas Lembaga Generasi Bintang Sejahtera (,LGBS) saat melakukan pengolahan sampah.

Oleh. Ils.
Jumat,27 Mei 2022.

LOMBOK BARAT - Persoalan sampah saat ini telah menjadi persoalan global khususnya di Indonesia yang merupakan Negara dengan populasi terbesar ke 4 di dunia, tentunya menghasilkan sampah yang sangat besar setiap harinya bahkan tercatat negeri ini merupakan penyumbang sampah lautan terbesar kedua di dunia. 

Hal ini disebabkan oleh rendahnya kepedulian masyarakat terhadap sampah yang dihasilkan.

Riset BPS tahun 2019 menunjukkan bahwa lebih dari 70% masyarakat Indonesia tidak peduli dengan sampahnya. Hal inilah yang mendorong Lembaga Generasi Bintang Sejahtera tidak henti-hentinya melakukan kampanye pemilahan sampah ke Desa-desa hingga ke sekolah-sekolah dan terbukti kegiatan tersebut dilaksanakan di SD Islam Tarbiatul Ulum Jelateng Desa Sekotong Timur Kecamatan Lembar Lombok Barat NTB, Selasa 24 Mei 2022.

Menurut Lalu Irfan Hadimi selaku aktivitas Lembaga Generasi Bintang Sejahtera (,LGBS) Lombok Barat menjelaskan bahwa, kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari program yang bertema " Sekolah Bumi" yang sudah dimulai sejak bulan februari yang lalu.

" Ya program ini untuk mendesain model pendidikan dan pengelolaan sampah ditingkat sekolah-sekolah dasar. Dan dimulai dari kurikulum hingga ekosistem mini yang diharapkan mencetak generasi masa depan yang memiliki tingkat kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan," ujarnya, melalui pesan rilis, Jumat (27/5/2022).

Selain itu juga, kata Lalu Irfan sapaan akrab, anak-anak Sekolah Dasar (SD) dan orang tuanya tentu menjadi target kampanye utama dirinya, karena riset yang dilakukan bahwa ketidakpedulian terhadap sampah yang sejatinya diwariskan dari orang tua ke anak.

“ Anak-anak melihat dan kadang disuruh orang tuanya untuk membuang sampah di tempat yang salah seperti sungai dan selokan," cetusnya.

Oleh sebab itu, dengan hadirnya program ini di sekolah, dirinya ( Lalu Irfan Hadimi, red) menerapkan sistem kurikulum bijak mengelola sampah dan saat ini dirinya mengundang semua orang tua wali murid untuk memberikan edukasi agar anak-anak ini berada dalam ekosistem yang bijak mengelola sampahnya.

" Ya tentu dengan kehadiran wali murid tersebut dapat memberikan edukasi agar anak-anak nanti bisa dan terbiasa menerapkan," harap Lalu Irfan merupakan Direktur LGBS sekaligus sebagai Kepala Sekolah SD Islam Tarbiatul Ulum Jelateng.

Selain itu juga CEO PT Ecogreen Nusantara, yang membawahi Bank Sampah Bintang Sejahtera NTB, Syawaluddin, memberikan semangat dan motivasi agar para orang tua murid ikut terlibat aktif memilah sampah dirumah masing-masing.

" Sangat kita berharap agar semua orang tua murid bisa memberikan semangat kepada anak-anak agar memanfaatkan sampah yang ada di lingkungan," kata Syawaluddin.

Syawaluddin juga menyebut, Rumah Sampah ini merupakan tempat sampah terpilah sesuai jenisnya dimana anak-anak setiap hari diedukasi pemilahan sampah di sekolah. 

“ Setau saya, ini satu-satunya SD di Lombok Barat bahkan mungkin di NTB yang memiliki Rumah Sampah dan kurikulum bijak sampah," tutupnya.

Secara jelas bahwa, Program ini adalah Action Project dari program INSPIRASI-Indonesian Young Leaders Program di mana Lalu Irfan Hadimi merupakan salah satu dari 10 Pemimpin Muda di Indonesia Timur yang terpilih untuk belajar dan magang di New Zealand selama 6 bulan. 

Penyelenggara program INSPIRASI ini adalah UnionAid, sebuah NGO dari New Zealand dan didanai sepenuhnya oleh Pemerintah New Zealand.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar