WARTABUMIGORA.ID|LOMBOK BARAT – Sejumlah pengusaha hiburan di kawasan wisata Senggigi memilih menutup usahanya selama bulan Ramadhan karena tidak mampu menanggung biaya operasional di tengah kondisi usaha yang semakin sepi.
Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan Senggigi, Suhermanto, Rabu (25/02/2026) menyebut dari total 27 tempat hiburan, sebanyak 11 tempat tutup total, sementara hanya 16 yang masih bertahan beroperasi.
“Keadaan hiburan sekarang sepi. Banyak anggota memilih tutup karena berat di biaya operasional. Ada yang tetap buka hanya untuk bertahan, termasuk saya,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi sulit ini sudah berlangsung sejak gempa Lombok 2018, dilanjutkan pandemi Covid-19, hingga kini diperparah menjamurnya tempat hiburan baru, termasuk yang disebut ilegal di wilayah Lombok Barat dan Kota Mataram.
Ia juga menilai minimnya pengembangan kawasan wisata Senggigi membuat wisatawan enggan datang. Fasilitas umum dinilai masih terbatas dan penataan Pasar Seni Senggigi belum rampung serta belum jelas pengelolaannya.
Kondisi tersebut, kata Suhermanto, turut berdampak pada menurunnya setoran pajak daerah (PAD) dari sektor hiburan.

0 Komentar