WARTABUMIGORA.ID | LOMBOK BARAT – Sebuah rumah di Blok AF 2 Perumahan Graha Permata Alam (GPA), Desa Duman, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, terbakar pada Sabtu (1/8/2026) pagi. Polisi menduga kebakaran dipicu oleh korsleting listrik saat pengisian daya telepon genggam.
Kapolsek Lingsar AKP Wiwin Widarti mengatakan, kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 08.00 Wita setelah seorang warga melihat kepulan asap keluar dari atap rumah milik Febriansyah (34).
“Pada saat kejadian, pemilik rumah bersama istrinya sedang mengantar anak mereka ke sekolah. Warga yang melihat asap langsung berupaya melakukan pemadaman awal dan menghubungi petugas,” ujar AKP Wiwin.
Menurutnya, warga bersama petugas keamanan perumahan sempat memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Pintu rumah juga didobrak agar proses pemadaman dan penyelamatan barang-barang milik korban dapat dilakukan sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.
Sebanyak enam unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi, terdiri dari empat unit dari Damkar Kota Mataram dan dua unit dari Damkar Kabupaten Lombok Barat. Petugas PLN turut memutus aliran listrik untuk mendukung proses pemadaman.
“Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.10 Wita, kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang tersisa,” katanya.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi menduga sumber api berasal dari telepon genggam yang sedang diisi daya dan diletakkan di atas sajadah di samping tempat tidur, berdekatan dengan barang-barang yang mudah terbakar.
“Dugaan sementara mengarah pada korsleting saat pengisian daya telepon genggam. Kami masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut,” ungkap AKP Wiwin.
Usai proses pemadaman, pihak kepolisian memberikan edukasi kepada warga Perumahan Graha Permata Alam mengenai pencegahan kebakaran dan keamanan lingkungan.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat meninggalkan rumah. Pastikan seluruh peralatan listrik, alat elektronik, dan perangkat pengisi daya dalam kondisi aman. Keselamatan keluarga harus menjadi prioritas,” tutup AKP Wiwin.

0 Komentar