Kegiatan itu turut dihadiri Kasdim 1608/Bima Mayor Inf. Asep Okinawa Muas, para perwira Kodim 1608/Bima, serta awak media dari berbagai platform. Suasana santai dan penuh keakraban mewarnai pertemuan yang menjadi ruang komunikasi terbuka antara jajaran TNI dan insan pers.
Dalam pertemuan tersebut, awak media menyampaikan sejumlah pertanyaan dan masukan terkait keterbukaan informasi, kegiatan sosial kemasyarakatan, program keagamaan, serta penerimaan calon prajurit TNI.
Mewakili awak media, Sofyan Asy’ari dari Bima TV menyampaikan apresiasi kepada Dandim 1608/Bima atas undangan dan terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai, Coffee Evening menjadi momentum positif untuk mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi yang lebih terbuka antara TNI dan insan pers.
Sofyan berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus dipelihara dan ditingkatkan sehingga TNI dan media bisa saling mendukung dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Dandim 1608/Bima juga menyampaikan sejumlah informasi mengenai penerimaan calon prajurit TNI. Pembahasan mencakup persyaratan calon prajurit, termasuk batas usia dan tinggi badan, yang menjadi perhatian masyarakat, khususnya generasi muda yang berminat mengabdi melalui jalur militer.
Dandim turut memaparkan gambaran partisipasi calon prajurit dari wilayah Kabupaten Bima. Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, terdapat sekitar tiga calon bintara dari setiap desa dan sekitar enam calon tamtama yang mengikuti proses penerimaan. Namun, angka tersebut masih perlu diperjelas berdasarkan data resmi dan tahapan rekrutmen yang dimaksud.
Selain membahas rekrutmen, pertemuan tersebut juga menyoroti kegiatan sosial dan keagamaan yang dilaksanakan jajaran Kodim 1608/Bima. Berbagai kegiatan, seperti kunjungan ke masjid dan musala, pondok pesantren, serta sekolah-sekolah, menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan TNI dengan masyarakat.
Dandim juga menyinggung kebutuhan pengembangan satuan teritorial di wilayah Kabupaten Bima. Saat ini, Kodim 1608/Bima memiliki 10 Koramil, sementara kebutuhan yang disampaikan mencapai 23 Koramil. Dengan demikian, pengembangan satuan kewilayahan masih menjadi salah satu kebutuhan untuk memperkuat jangkauan pembinaan teritorial.
Pembahasan lainnya menyangkut perkembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes). Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa empat koperasi telah beroperasi di wilayah Kota Bima, sedangkan di Kabupaten Bima terdapat sekitar 40 koperasi. Koperasi tersebut diharapkan dapat mendukung pelayanan kebutuhan masyarakat, termasuk penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan distribusi minyak melalui mekanisme yang berlaku.
Tidak hanya itu, Kodim 1608/Bima juga merencanakan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang direncanakan berlokasi di Desa Pandai, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Rencana tersebut menjadi salah satu informasi penting terkait dukungan terhadap pengembangan akses pendidikan bagi masyarakat.
Melalui kegiatan Coffee Evening, Dandim 1608/Bima berharap komunikasi dan hubungan kemitraan dengan insan pers semakin kuat. Media dinilai memiliki peran strategis dalam menyampaikan berbagai program dan kegiatan TNI kepada masyarakat secara terbuka, profesional, dan bertanggung jawab.
Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya terjalin dalam kegiatan seremonial, tetapi juga terus berkembang melalui komunikasi yang berkesinambungan dengan tetap menghormati independensi pers dan profesionalisme jurnalistik.
Dengan komunikasi yang baik antara TNI dan media, berbagai program kemasyarakatan, sosial, keagamaan, pendidikan, serta informasi penerimaan prajurit diharapkan dapat tersampaikan secara luas kepada masyarakat demi mendukung terciptanya situasi wilayah Bima yang aman, kondusif, dan harmonis.
0 Komentar