Hal tersebut disampaikan Dandim dalam kegiatan coffee evening bersama awak media, Jumat (16/10/2026). Ia mengingatkan bahwa kesempatan menjadi prajurit TNI harus diraih melalui persiapan yang matang, kedisiplinan, serta kemampuan diri sendiri.
Menurutnya, setiap calon peserta wajib mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku. Masyarakat juga diimbau untuk tidak menggunakan jasa calo ataupun memberikan sejumlah uang kepada pihak yang mengaku dapat membantu meluluskan peserta seleksi.
Dandim menegaskan bahwa praktik percaloan dalam proses penerimaan prajurit harus diwaspadai karena berpotensi merugikan calon peserta maupun keluarganya. Terlebih, tidak sedikit pihak yang dapat memanfaatkan harapan generasi muda untuk menjadi prajurit TNI dengan menawarkan janji kelulusan sebagai imbalan sejumlah uang.
Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya kepada oknum yang mengatasnamakan institusi TNI dan menjanjikan kelulusan melalui jalur tertentu. Kelulusan harus diperjuangkan berdasarkan kemampuan, kesiapan, dan hasil seleksi sesuai ketentuan, bukan karena membayar pihak tertentu.
Selain mengingatkan bahaya percaloan, Dandim juga mendorong generasi muda Bima untuk mempersiapkan diri sejak dini. Persiapan tersebut meliputi kesehatan, kebugaran jasmani, pengetahuan, kelengkapan administrasi, serta kesiapan mental dalam menghadapi seluruh tahapan seleksi.
Calon peserta dan orang tua juga diimbau untuk aktif mencari informasi melalui saluran resmi agar memahami persyaratan dan mekanisme penerimaan calon prajurit TNI AD secara benar. Untuk memperoleh informasi lebih lanjut, masyarakat dapat mendatangi Kodim 1608/Bima.
Melalui imbauan ini, Kodim 1608/Bima berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki pemahaman benar mengenai proses penerimaan prajurit TNI serta berani menghindari praktik percaloan.
0 Komentar