Warga meminta pimpinan TNI mempertimbangkan kembali keputusan mutasi tersebut. Mereka menilai Serka Sulaiman telah menjalankan tugas pembinaan dengan baik serta membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat Desa Sakuru.
Salah seorang warga, Edy, yang berada di lokasi aksi, mengatakan bahwa Serka Sulaiman dikenal memiliki komunikasi yang baik dengan masyarakat. Selain itu, yang bersangkutan dinilai aktif melakukan pembinaan, khususnya terhadap generasi muda di desa setempat.
Menurut warga, keberadaan Serka Sulaiman selama bertugas di Desa Sakuru telah memberikan kontribusi positif dalam mempererat hubungan antara aparat TNI dan masyarakat.
Atas dasar itu, warga berharap pimpinan TNI dapat mengevaluasi kembali keputusan pemindahan tugas tersebut dengan mempertimbangkan aspirasi masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, warga Desa Sakuru berencana mendatangi Kodim 1608/Bima pada Senin (19/10/2026). Mereka akan menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pimpinan TNI agar keputusan mutasi Serka Sulaiman dapat dipertimbangkan kembali.
Aksi pemblokiran tersebut sempat mengganggu kelancaran arus lalu lintas di ruas Jalan Lintas Tente–Parado, yang merupakan jalur penghubung antardaerah.
Hingga berita ini disusun, aparat kepolisian bersama unsur terkait dilaporkan berada di lokasi untuk melakukan pendekatan persuasif dan memfasilitasi mediasi dengan warga. Langkah tersebut dilakukan guna meredakan situasi, menampung aspirasi masyarakat, serta mengupayakan agar akses jalan kembali normal.
Warga berharap aspirasi yang mereka sampaikan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pimpinan TNI dalam mengambil keputusan terkait penugasan Babinsa di Desa Sakuru.
Masyarakat juga berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi dan dialog yang baik, sehingga aspirasi warga dapat tersampaikan tanpa mengganggu aktivitas pengguna jalan.
0 Komentar