SPACE IKLAN

header ads

H. Fauzan, Ajak Teladani Maulana Syeikh, Saat Acara Hiziban Akbar


Foto. Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid.

Wartabumigora.com, LOMBOK BARAT – Memperingati tahun baru Islam 1441 H, organisasi Islam Nahdlatul Wathan (NW) Lombok Barat (Lobar) mengadakan hiziban akbar yang dihadiri Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid, Minggu (8/9). Dalam sambutannya, bupati yang juga alumni Pondok Pesantren NW ini, mengajak untuk mengingat teladan yang diberikan oleh pendiri NW, TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid atau Maulanasyeikh. Maulanasyeikh, kata Fauzan, menggabungkan dua syarat keberhasilan yaitu usaha dan doa.

Diceritakannya, Hizib NW diciptakan tahun 1943 di mana pada masa itu penjajah Jepang ingin menutup sekolah-sekolah termasuk Nahdlatul Wathan dan Nahdlatul Banaat. Maulanasyeikh berinisiatif membuat hizib NW atas keyakinan melawan Jepang tidak cukup dengan usaha. Maka pada masa itu, tuturnya, hizib intens dibaca oleh para santri.

“Dan terbukti Nahdlatul Wathan sampe sekarang masih eksis dan berkembang,” ujar Fauzan.

Dalam acara yang diselenggarakan di Masjid Jami’ Nashrul Falah, Selat, Kecamatan Narmada tersebut, Fauzan juga memberikan satu contoh hewan bagaimana ia berjuang untuk berhasil, yaitu kupu-kupu. Diceritakannya, sebelum menjadi kupu-kupu, terlebih dahulu disebut kepompong. Namun, untuk berubah dari kepompong menjadi kupu-kupu harus berjuang keras. Dan itu harus dilakukan sendiri.

“Ini menunjukkan bahwa tidak ada keberhasilan tanpa usaha,” ujarnya.

Sekretaris Pengurus Wilayah NW Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Irzani, dalam sambutannya memuji hiziban akbar yang dilaksanakan. Menurutnya, bukan sekali saja bupati mengajak untuk mengadakan hiziban yang akhirnya baru bisa terlaksana. Hizib, sambungnya, adalah untuk menjaga kita, sekaligus memperbanyak perjumpaan, yang bukan hanya melalui media sosial.

Sementara itu, TGH Hasanain Djunaini selaku Sekretaris Jenderal Pengurus Besar NW yang juga hadir, senada dengan bupati, mengajak untuk meneladani Maulanasyeikh. Pemimpin Pondok Pesantren Nurul Haramain, Narmada ini menceritakan salah satu keteladanan yang patut ditiru dari Maulanasyeikh adalah selalu berterima kasih dan ingat jasa orang maupun kampung halaman. Maka, menurutnya kebanggaan kepada asal (Lombok) dan Sasak harus tetap dijaga. Diceritakan TGH Hasanain, Wakil Presiden Yusuf Kalla dalam pengakuan kepahlawanan Maulana Syeikh menyebut paling tidak ada empat penyebab inti keberhasilan perjuangan Maulanasyeikh. Keempatnya yaitu sangat sabar berjuang, teguh dalam bersikap, yakin dalam berikhtiar, dan sederhana dalam hidup. Dia mencontohkan, bukti keteguhan sikap Maulanasyeikh yaitu sikap tegasnya agar Indonesia Timur termasuk Lombok tetap bergabung dengan Indonesia. Kalau tidak, barangkali Indonesia yang seperti sekarang tidak akan terwujud.

Selain ribuan santri dan jamaah Selat, acara ini juga dihadiri sejumlah tokoh NW di antaranya Dr Said Gazali, Suhaimi, dan sejumlah tuan guru. Camat Narmada, Baiq Yeni S Ekawati dan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) juga tampak hadir. Direnacanakan kegiatan hiziban akbar dilaksanakan tiap bulan di sepuluh kecamatan yang ada di Lobar, dan setelah itu satu kali di Pendopo Bupati Lobar.
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar