SPACE IKLAN

header ads

Para Pedagang Panen Untung, Saat Penutupan MTQ



Foto. Panen untung para pedagang kaki lima saat penutupan MTQ.


WARTABUMIGORA.COM, LOMBOK BARAT -- Momen malam penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-28 Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2019  di Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Rabu (09/10) di Lapangan Kantor Bupati Lobar menjadi berkah bagi para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menjajakan barang dagangan mereka di arena utama MTQ ini. Perhelatan dua tahunan ini membuat pendapatan PKL meningkat drastis sejak 2 Oktober lalu.

PKL yang datang dari berbagai penjuru baik warga Lobar maupun dari daerah lain ketiban untung di dalam event keagamaan yang dirangkaikan dengan stand bazar tersebut. Seperti yang dituturkan Faruq (23), salah satu dari puluhan PKL yang memanfaatkan momen penutupan MTQ  dengan berjualan Sosis Bakar.

"Alhamdulillah, selama MTQ berlangsung penghasilan saya meningkat drastis, ini yang dikatakan MTQ membawa berkah," ujarnya.

Sebelum adanya  MTQ ini, kata mahasiswa IKIP ini, sejak pagi dia biasanya berjualan di Desa Jembatan Kembar Lobar dan mendapat penghasilan Rp 200-300 ribu setiap harinya.

"Tapi dengan adanya MTQ ini, saya dapat  berjualan 500-800 (ribu rupiah) dengan mulai berjualan setelah magrib sampai acara MTQ selesai," ungkapnya bersyukur.

Hal senada dikatakan Sungken (35), warga Majeti Kecamatan Narmada yang ikut juga merasakan manfaat adanya MTQ. Anak  satu anak ini berjualan Es pelangi.

"Alhamdulillah MTQ membawa berkah dan rizki, awalnya keseharian saya jualan es pelangi ini dengan harga satuan Rp 10.000 dengan penghasilan Rp 100-300 ribu, namun dengan adanya MTQ ini penghasilan saya meningkat menjadi 800-900 ribu per malam," syukurnya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Kab. Lobar  Agus Gunawan selaku koordinator stand pameran dan bazar serta PKL menuturkan, event MTQ ke-28 bukan hanya menampilkan bakat Qori'/Qoriah saja melainkan juga dirangkaikan dengan menampilkan produk-produk lokal semua kabupaten/kota yang ada di Provinsi NTB di stand bazar.
"Sejak dimulainya MTQ tingkat Provinsi NTB tanggal 2 Oktober lalu stand pameran dan bazar berjumlah 16 stand. Terdiri dari 10 stand untuk kabupaten/kota se-provinsi NTB dan 6 stand dari OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Kab. Lombok Barat seperti Disperindag, Koperasi UMKM, Tenaga Kerja, Dinas Sosial, Dinas Perpustakaan dan Dinas Kelautan, "ungkap Agus.

Stand-stand yang ada, kata Mantan Kasat Pol PP Lobar ini, menampilkan produk -produk unggulannya dari seluruh kabupaten/kota yang ada di Provinsi NTB.  

"Khusus untuk PKL, mereka berjualan di sebelah barat arena utama MTQ dan yang berjualan sekitar 50 PKL dan tidak dipungut biaya," pungkasnya.(llu).







Baca Juga

Posting Komentar

1 Komentar

  1. Alhamdulillah sangat membantu pedagang² dalam acara² seperti ini,
    Dan itu kayaqnya orng Terong Tawah 😁😁. Semangaaat 💪

    BalasHapus