SPACE IKLAN

header ads

Gegara Ini, Puluhan Mahasiswa Islam Indonesia Kepung Dinkes Lombok Tengah

 

Foto. Istimewa

Oleh. ll
Senin, 26 Juni 2023
Editor. BQ Nining. 

LOMBOK TENGAH, WartaBumigora - Puluhan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Lombok Tengah membuat aksi demo dan menuntut Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lombok Tengah, agar proyek pembangunan Puskesmas di Desa Batu Nyala Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, agar segera di selesaikan. 

Aksi demo tersebut dilakukan di depan Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah, Senin (26/6/2023). 

Ketua aksi demo L. Dita Putra dalam orasinya menyebutkan, sehubungan dengan adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam pembangunan Puskesmas Desa Batu Nyala Kecamatan Praya Tengah Kabupaten Lombok Tengah, yang di laksanakan pada APBD tahun 2021 dengan nilai kontrak Rp. Lima milyar enam ratus lima puluh delapan juata, yang di kerjakan oleh PT. Bintang Lombok Utama. 

" Berdasarkan hasil audit BPK RI perwakilan NTB ada dugaan Mark Up (Kelebihan Bayar) oleh PPK sebanyak Rp.1 milyar lebih dan kasus tersebut ada dugaan di peti ES-kan oleh Reskrim Polres Lombok Tengah, karena sampai hari ini tidak ada kejelasan kasus tersebut," ujar ketua aksi demo L. Dita. 

Begitujaga dengan pembangunan gedung Puskesmas Desa Batu Jangkih Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah, yang tidak sesuai dengan speknya. 

"Maka kami dari pengurus cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kabupaten Lombok Tengah menuntut, mendesak pihak aparat penegak hukum untuk memperoses secara hukum KPA, PPK, Konsultan Perencana, Konsultan Pengawas dan Kontraktor pembangunan Puskesmas tersebut", ujarnya. 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinkes Kabupaten Lombok Tengah, Dr. H. Suardi SKM., MPH, menjelaskan, terkait dengan tuntutan  mahasiswa tersebut, sebenarnya sama ke inginan saya sebagai Kepala Dinas. 

" Ingin kiranya cepat terselesaikan, mulai dari Pustu, Polindes, Puskesmas, namun dua Puskesmas yang di maksud, ini memang ada kendala dari awal, saya menjadi Kepala Dinas akhir 2021 ketika itu sudah berakhir masa kontrak." Jelas dia. 

Tetapi apapun itu kelanjutannya tentu menjadi pemikiran buat saya, bagaimana caranya supaya tuntas semua yang bermasalah, kerena itu kami terus berkomonikasi dengan PPKAD dan Kontraktor, walaupun Kontraktor tersebut putus kontrak tetapi ada yang harus di kembalikan. 

Sehingga pengembalian tersebut bisa di gunakan untuk memperbaiki dan menyelesaikan pembangunan puskesmas yang sempat belum terselesaikan. 

"Perlu di permaklumkan, untuk Puskesmas Batu Nyala sudah bisa di gunakan, " Katanya. 

Sedangkan Puskesmas Batu Jangkih harus kami lelang dulu, karena kemarin sempat terlambat lelang, dan kami harus menunggu pelelangan tersebut dari tim ahli, baru bisa di lelang, pungkasnya. 

Aksi demo tersebut dapat di reda oleh Anggota Polres Lombok Tengah yang mengawal aksi demo.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar