SPACE IKLAN

header ads

Drs Luthfy Latief Berikan Apresiasi Kepada Pemda Lobar Tentang Pengelolaan Dana Desa

Foto. Istimewa.

Oleh. Lalu.
Kamis, 14 Des 2023.
Editor, Lalu Muhasan.

LOMBOK BARAT,Wartabumigora - Direktur Fasilitasi Pemanfaatan Dana Desa Kemendes PDTT Drs Luthfy Latief, M.Si memberikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat. Hal tersebut disampaikan Luthfy Latief saat acara sarasehan dan dialog Publik dalam rangka Hari Disabilitas Internasional yang diselenggarakan oleh PPDI dan Pemda Lombok Barat di Bencingah Agung Kabupaten Lombok Barat, Selasa, 12 Desember 2023. Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Fasilitasi Pemanfaatan Dana Desa, Sekda Lombok Barat H. Ilham, Kepala OPD Lombok Barat, Komisioner Komisi Nasional Disabilitas Jonna Damanik, Perwakilan Kiat Gesit, Pengurus PPDI serta penyandang Disabilitas. 

Dalam Sarasehan dan Dialog Publik tersebut Luthfy Latief menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Barat yang telah melahirkan 5 desa model desa inklusi serta peraturan Bupati Lombok Barat tentang disabilitas. Hal ini menurut suatu hal yang perlu untuk dijadikan rujukan bagi daerah lain di Indonesia. Menurutnya Lombok Barat menjadi Kabupaten yang paling banyak melahirkan desa model desa inklusi. Hal ini tentu menjadi sangat membanggakan. Ia berharap agar desa Inklusi di Indonesia bisa lebih banyak lagi. "Kami sangat mengapresiasi Lombok Barat. Ini sangat luar biasa" ujarnya. 

Sementara itu Bupati Lombok Barat Hj. Sumiatun yang diwakilkan oleh Sekda Lombok Barat H. Ilham dalam sambutannya menyampaikan perayaan Hari Disabilitas Internasional ini merupakan kegiatan pertama setelah ditetapkannya Peraturan Bupati (Perbup) No. 35 tahun 2023 tentang Penyelenggaraan perlindungan pemenuhan hak penyandang disabilitas. Lahirnya perbup ini berdasarkan usulan dari penyadang disabiilitas se- Lobar. Sekda juga menyampaikan bahwa saat ini Lombok Barat telah memiliki Desa Model Desa Inklusi yang berjumlah 5 desa. Desa desa ini telah memiliki perdes tentang disabilitas. Lima desa tersebut antara lain Desa Taman Ayu, Desa Ombe Baru, Desa Mambalan, Desa Sekotong Tengah, Desa Eyat Mayang "Lombok Barat telah memiliki perbup tentang disabilitas dan ini adalah bentuk komitmen kami dalam mendorong terwujudnya inklusi sosial di Lombok Barat" ujarnya. 

Lebih lanjut H. Ilham juga menyampaiakn bahwa saat ini jumlah penyandang disabilitas di Lobar tercatat sekitar 2500 orang. Karenanya ia berharap melalui program Gesit kemitraan antara Indonesia dan Australia dalam infrastruktur ini dapat terus mendorong lahirnya desa inklusi di Lombok Barat. Ia juga mengajak semua unsur untuk turut terlibat dalam  mendukung lahirnya regulasi yang menaungi hak-hak disabilitas. "Hak-hak penyandang disabilitas bukan hanya berbentuk sosial saja melainkan juga hak kesehatan, pendidikan, pekerjaan dan lain-lain", jelasnya.

Dihadapan tamu undangan dan para penyandang disabilitas Sekda Lobar menyampaikan keseriusan pemerintah Lobar dalam mendukung, membantu memenuhi hak-hak penyandang disabilitas. Ia mengatakan selain menerbitkan Perbup, Pemkab juga membuka formasi CASN bagi disabilitas yang tesnya sudah di laksanakan bulan November 2023 lalu. "Kami sampaika terimaksih kepada semua Tim yang terlibat dalam proses kegiatan ini", ungkapnya. 

Sementara itu  Diana Safina H, MA., selaku perwakilan dari Kiat Gesit dalam sambutannya memaparkan program Kiat Gesit menjujung tinggi hak setiap orang untuk memperoleh akses, berpartisipasi, memperoleh manfaat dalam pembangunan termasuk pelayanan publik dan infrastruktur. "Melalui program ini kami menguatkan sosialisasi dan promosi Hak asasi manusia, hak perempuan dan disabilitas  untuk mendorong infrastruktur yang inklusif dan berkelanjutan", jelasnya.

Kegiatan Sarasehan dan Dialog Publik ini menghadirkan narasumber antara lain Ketua PPDI M. Zainudin, Komisioner Komisi Nasional Disabilitas Jonna Damanik, Direktur Fasilitasi Pemanfaatan dana Desa Luthfy Latief, Sekda Lombok Barat dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dinas Perhubungan Lombok Barat M. Najib. Kegiatan ini berjalan dengan baik dan lancar. Para peserta mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Dalam kegiatan ini diserahkan piagam penghargaan bagi lima desa model desa inklusif di Lombok Barat. 

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar