SPACE IKLAN

header ads

Tidak Percaya Rekapitulasi Suara Di KPU, Ribuan Masa Geruduk Kantor KPU

Tidak Percaya Rekapitulasi Suara Di KPU, Ribuan Masa Geruduk Kantor KPU.

Jumat, 16 Februari 2024.
Oleh, Mell.
Editor, Lalu Muhasan.

𝓦𝓪𝓻𝓽𝓪𝗕𝗨𝗠𝗜𝗚𝗢𝗥𝗔,𝗝𝗔𝗞𝗔𝗥𝗧𝗔 - Prabowo-Gibran masih tetap unggul secara nasional. Paslon nomor urut 2 itu memperoleh 33 juta (33.526.056) atau 57 persen. Sementara Anies-Muhaimin memperoleh suara sebanyak 14 juta suar (14.692.179) atau 24.98 persen.

Kemudian, pasangan capres-cawapres Ganjar-Mahfud memperoleh suara sebanyak 10 juta suara (10.597114) atau 18.02 persen.

Kini, Data TPS yang sudah masuk ke KPU saat ini sebanyak 452.069 atau 54.91 persen dari jumlah keseluruhan 823.236 TPS.

Dirasa adanya polemik didalam penyelenggaraan rekapitulasi hasil pemilu yang simpag siur dan tumpang tindih, Kelompok Masyarakat Sipil Peduli Pemilu dan Demokrasi menggelar demonstrasi di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, (16/2/2024).

Massa menilai Pemilu 2024 penuh dengan berbagai dugaan kecurangan demi memenangkan salah satu pasangan calon, mereka meminta agar KPU dan Bawaslu dibubarkan.

Selain itu, massa aksi juga mendorong agar Presiden Joko Widodo ditangkap dan diadili. Bahkan, mereka menyebut kecurangan Pemilu 2024 ini sebagai bencana nasional.

Dalam orasinya, orator dalam aksi tersebut meminta KPU dan Bawaslu dibubarkan. Selain itu, mereka juga menuntut Presiden Joko Widodo dicopot dari jabatannya karena dinilai terbukti terlibat dalam kecurangan Pemilu 2024.

“Tangkap adili Jokowi, jokowi penjahat demokrasi, tolak pemilu curang, sindikat Jokowi di balik pemilu curang, usut tuntas sindikat Jokowi,” tulis mereka dalam poster yang dibawa.

“Bubarkan KPU, bubarkan Bawaslu, turunkan Jokowi!” teriak salah satu peserta demo. Tak hanya itu, massa aksi juga menuntut pasangan Prabowo-Gibran didiskualifikasi dari pencalonan Pilpres 2024. Sebab, mereka menilai pasangan capres-cawapres nomor urut 02 itu melakukan kecurangan.

Selanjutnya, mereka menyebut bahwa pasangan calon yang mencurangi jumlah suara sebanyak 50% dapat didiskualifikasi.

Akibat aksi tersebut, Jalan Imam Bonjol menuju bundaran HI diblokade oleh petugas kepolisian.


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar