SPACE IKLAN

header ads

Kadistan Bilang Program Upland 2024 Bantuan Tahun Terakhir Bagi Sumbawa

Kadistan  Bilang Program Upland 2024 Bantuan Tahun Terakhir Bagi Sumbawa.

Senin, 18 Maret 2024.
Oleh, Hermansyah.
Editor, Baiq Nining.

𝓦𝓪𝓻𝓽𝓪𝗕𝗨𝗠𝗜𝗚𝗢𝗥𝗔,𝗦𝗨𝗠𝗕𝗔𝗪𝗔- Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Ir. Ni Wayan Rusmawati M.Si kepada awak media menyatakan bahwa Pemda Sumbawa telah melaksanakan sosialisasi kegiatan program Upland di Sumbawa Grand Hotel 15 – 16 Maret 2024, dan Tahun 2024 ini merupakan tahun terakhir bantuan program upland pengembangan bawang merah dari dirjen PSP kementrian pertanian RI.

Dijelaskaan, target luasan selama 5 tahun Kabupaten Sumbawa seluas 800 Ha, sementara realisasi menjadi 862 Ha yang tersebar kepada 94 kelompok tani, 41 Desa dan 18 Kecamatan di Sumbawa, hal ini disebabkan karena adanya sisa-sisa anggaran pembelian saprodi tender pembangunan sumur, alsintan dan lain lain.

“Dalam program Upland, bantuan yang diberikan disamping sarana produksi juga diberikan dalam bentuk bangunan infrastruktur berupa JUT, sumur dalam, sumur dangkal, perpompaan dan perpipaan, juga gudang dan transportasi untuk pemasaran hasil serta alat olahan hasil bagi kelompok wanita tani, disamping itu juga terdapat bantuan modal usaha dalam bentuk bantuan micro finance melalui bank BPR NTB dengan bunga rendah 4 persen per tahun,” papar Wayan Rusmawati.

Harapan kami kedepan tukas Wayan Rusmawati, petani dapat berlanjut dalam melakukan budidaya tanaman bawang merah, karena disamping waktu tanam hanya 2 bulan memiliki nilai ekonomis yang tinggi, dimana harga berkisar 15 ribu hingga 40 ribu per-kg dan dibutuhkan setiap saat, dan kalau normal melakukan pengembangan dengan budidaya yang benar maka produksi bisa mencapai 10 ton per hektar, sehingga kegiatan sosialisasi program untuk kelompok tani yang baru sangat diperlukan dalam rangka meningkatkan pendapatan petani.

Harapannya, kepada petani agar semua bantuan yang telah diberikan dari hulu sampai hilir sedapat mungkin tetap dipelihara dan jangan sampai berpindah tangan atau beralih, karena bantuan ini tidak datang 2 kali kepada kelompok yang sama, pungkasnya.

“Bantuan yang diberikan berupa sarana produksi, infrastruktur, modal usaha, dan pelatihan, kami berharap para petani dapat memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya dan memeliharanya dengan baik serta kami himbau agar menggunakan pupuk organik dan pestisida nabati agar lingkungan tidak tercemar dan produksi aman untuk dikonsumsi,” ujarnya.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar