SPACE IKLAN

header ads

Warga Saling Minta Maaf Tanpa Memandang Agama Usai Shalat Ied, Potret Toleransi Diantara Kemajemukan Dari Jakarta

Warga Saling Minta Maaf Tanpa Memandang Agama Usai Shalat Ied, Potret Toleransi Diantara Kemajemukan Dari Jakarta.

Kamis, 11 April 2024.
Oleh, Mell.
Editor, Baiq Nining.

𝓦𝓪𝓻𝓽𝓪𝗕𝗨𝗠𝗜𝗚𝗢𝗥𝗔.𝗜𝗗,𝗝𝗔𝗞𝗔𝗥𝗧𝗔 - Seusai mengikuti shalat Iedul Fitri di masjid An'nur Slipi, warga kemudian berkumpul di taman perumahan. Tanpa memandang agama ataupun latar belakang sosial, para warga saling memohon maaf.

Warga beragama Katolik, Kristen maupun yang beragama lain serta warga muslim tampak bersilaturahmi. 

Sikap toleransi tergambar pada momen Lebaran 2024/1445 H di wilayah Slipi, Kelurahan Kemanggisan, Jl. Anggrek Nelymurni Blok C, Jakarta (10/4/2024). 

Tradisi ini sudah sejak lama dipupuk dan dipelihara warga Blok C. Warga biasanya menyebut dengan Halal bihalal, yang memang sejak tahun 50'an dirintis oleh para orang tua mereka yang selalu memberikan contoh dengan melakukan acara ini. Bahkan mereka menjalin silaturahmi di setiap hari besar keagamaan.

Selain mayoritas beragama Islam, ada juga warga yang beragama Katolik, Kristen, dan Hindu. Daerah Slipi, selain banyak masjid yang cukup besar, berdiri juga rumah ibadah bagi umat Katolik dan Protestan bahkan terdapat kantor Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat sebagai Lembaga tertinggi umat Hindu di Indonesia. 

"Tentu hal ini merupakan bentuk silaturahmi serta untuk menjaga kerukunan antar umat beragama di wilayah Blok C pada khususnya yang memiliki beragam keyakinan, Hal - Bil ini sudah temurun temurun dilakukan oleh orang tua kami" ujar Ketua RT 008, Ardi saat dihubung. Dia mengatakan, suasana haru terlihat ketika warga saling berjabat tangan untuk meminta maaf. Bahkan, menurutnya, tetes air mata terlihat mengalir saat warga saling berpelukan meminta maaf.

Salah seorang warga Rahmat Patiogo atau biasa dipanggil Aso, mengatakan,"Tradisi berkumpul di setiap Hari raya sudah biasa dan akan terus dipupuk, bahkan bukan hanya Hari raya Iedul Fitri, hari raya Natal pun warga yang merayakan biasa dikunjungi oleh umat muslim".

"Tradisi ini harus terus dilakukan untuk menjaga silaturahmi dan kerukunan warga di Blok C pada khususnya, dan Indonesia pada umumnya," ungkap Aso.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar