WARTABUMIGORA.ID|JAKARTA-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini digadang-gadang sebagai program unggulan pemerintah tiba-tiba diguncang isu serius. Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, dilaporkan ke Badan Reserse Kriminal Polri (Bareskrim) atas dugaan praktik mark-up bahan baku dalam pelaksanaan program tersebut. Laporan itu dilayangkan oleh Barisan Rakyat Nusantara (Baranusa) pada Rabu, 4 Maret 2026 di Jakarta.
Ketua Umum Baranusa, Adi Kurniawan, mengatakan pihaknya menemukan indikasi penggelembungan harga bahan baku dalam pelaksanaan program MBG di sejumlah daerah.
Dugaan itu, menurutnya, tidak hanya berkaitan dengan potensi kerugian anggaran negara, tetapi juga disinyalir berkaitan dengan munculnya sejumlah kasus keracunan makanan yang dialami anak-anak penerima program.
“Iya, kami melaporkan Kepala Badan Gizi Nasional terkait dugaan mark-up bahan baku di beberapa daerah yang diduga berdampak pada banyaknya kasus keracunan pada anak,” kata Adi.
Ia menjelaskan, Baranusa datang dengan membawa sejumlah dokumen yang mereka klaim sebagai bukti awal dugaan praktik tersebut. Dokumen itu berisi data pembelian bahan baku hingga perbandingan harga yang dinilai tidak wajar dalam pelaksanaan program.
Menurut Adi, pihaknya mendesak aparat kepolisian untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh agar program MBG dapat berjalan secara transparan dan tidak merugikan masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima manfaat.
“Program ini sangat baik untuk masa depan generasi muda. Tapi jika ada penyimpangan, harus diusut agar tidak merusak tujuan program,” ujarnya.
Sementara itu, Dadan Hindayana menanggapi laporan tersebut dengan sikap terbuka. Ia menyatakan menghormati langkah yang diambil oleh pihak pelapor sebagai bagian dari hak warga negara dalam menyampaikan dugaan pelanggaran kepada aparat penegak hukum.
“(Saya) menghormati setiap hak warga negara,” ujar Dadan singkat saat dimintai tanggapan.
Hingga kini, pihak Kepolisian Negara Republik Indonesia belum menyampaikan keterangan resmi terkait perkembangan laporan tersebut maupun langkah penyelidikan yang akan dilakukan.

0 Komentar