SPACE IKLAN

header ads

Polemik SDN Rada Memanas, Guru Ancam Hentikan Mengajar

Foto. Ilustrasi.

Laporan: Ipul
Minggu, 21 Juni 2026

WARTABUMIGORA.ID | BIMA  - Polemik internal di SDN Rada kembali memanas. Puluhan guru dikabarkan mengancam mogok mengajar setelah muncul ketidakpuasan terhadap sejumlah kebijakan di lingkungan sekolah, mulai dari pembagian tugas mengajar hingga pengelolaan administrasi sekolah.

Persoalan ini mencuat dalam rapat internal sekolah yang digelar pada Sabtu (20/6/2026). Dalam forum tersebut, para guru menyoroti adanya dugaan diskriminasi dalam pembagian tugas mengajar. Mereka menilai pembagian tugas tidak berjalan adil dan menimbulkan ketegangan di kalangan pendidik.

Sejumlah guru juga menyampaikan bahwa surat tugas yang dikeluarkan oleh BKD dan ditandatangani Sekda justru tidak diakui secara penuh oleh kepala sekolah, bahkan dianggap “tidak kuat” dan disebut sebagai “titipan”. Hal ini memicu kekecewaan di kalangan guru.

“Seharusnya surat tugas resmi dari BKD menjadi dasar pembagian tugas, bukan dipersoalkan,” ujar salah seorang guru yang enggan disebutkan namanya.

Selain itu, para guru juga menyoroti pengangkatan Bendahara Dana BOS yang dinilai tidak melalui mekanisme rapat dan kesepakatan bersama dengan dewan guru. Kondisi ini dianggap tidak transparan dan merugikan kebersamaan di lingkungan sekolah.

Sementara itu, Plt Kepala Sekolah SDN Rada, Eni Dahlia   S.Pd, yang dihubungi media ini memberikan klarifikasi terkait berbagai persoalan yang berkembang, namun meminta agar tidak dipublikasikan dalam pemberitaan media.

Tidak hanya itu, sejumlah guru juga meminta kepada Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dikbudpora) serta Bupati Bima agar segera mengevaluasi dan mempertimbangkan penetapan kepala sekolah definitif di SDN Rada. Mereka menilai kepemimpinan saat ini belum memberikan dampak positif dalam membangun sekolah.

Selain itu, para guru menyoroti kondisi fasilitas sekolah, khususnya area pintu gerbang masuk yang dinilai kurang diperhatikan. Mereka menyebut adanya besi-besi yang berceceran di sekitar pintu masuk yang dikhawatirkan membahayakan keselamatan siswa.

Para guru berharap pemerintah daerah segera turun tangan agar persoalan ini dapat diselesaikan dan kegiatan belajar mengajar kembali berjalan normal serta kondusif.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di SDN Rada masih menjadi perhatian berbagai pihak.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar