SPACE IKLAN

header ads

Miris! Kekurangan Ruang Kelas, Siswa SDN UPT Laju Terpaksa Belajar di Teras Sekolah



Foto. Istimewa.

Laporan: Ipul
Sabtu, 19 September 2026.

WARTABUMIGORA.ID | BIMA — Kondisi sarana pendidikan di SDN Negeri Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Laju, Desa Laju, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

Keterbatasan ruang belajar membuat aktivitas belajar mengajar di sekolah yang berada di Jalan Lintas Tente–Simpasai–Laju–Waworada tersebut belum berjalan secara maksimal. Sejumlah siswa bahkan terpaksa mengikuti pembelajaran di teras sekolah.

Tak hanya itu, keterbatasan ruang juga membuat pihak sekolah harus membagi satu ruang kelas menjadi dua bagian agar kegiatan belajar tetap berlangsung.

Kepala SDN Negeri UPT Laju, Siti Raona, S.Pd.I, mengatakan sekolah saat ini membutuhkan sedikitnya tiga ruang kelas baru (RKB).

Selain ruang kelas, sekolah juga membutuhkan ruang kepala sekolah, ruang guru, dan ruang perpustakaan untuk menunjang proses pendidikan serta aktivitas administrasi sekolah.

“Kami sangat mengharapkan perhatian dari pemerintah terkait, baik pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi. Sekolah kami membutuhkan tiga ruang kelas baru, ruang kepala sekolah, ruang guru dan ruang perpustakaan,” ujar Siti Raona, Sabtu (19/9/2026).

Menurutnya, keterbatasan fasilitas tersebut berdampak langsung terhadap kenyamanan siswa dalam mengikuti pembelajaran.

“Kekurangan ruangan terpaksa ruang kelas dibagi dua. Aktivitas belajar terasa terganggu karena ruangan terbatas. Sebagian murid belajar di teras sekolah,” jelasnya.

Keluhan serupa disampaikan Sahbudin, S.Pd, salah seorang guru yang juga bertugas sebagai operator sekolah.

Ia mengatakan keterbatasan ruang belajar membuat pihak sekolah harus melakukan berbagai penyesuaian agar seluruh siswa tetap dapat mengikuti kegiatan pembelajaran.

“Kekurangan ruangan belajar terpaksa ruang kelas dibagi dua. Murid kami juga ada yang belajar di teras sekolah,” katanya.

Kondisi tersebut bukan hanya menjadi persoalan bagi pihak sekolah, tetapi juga dirasakan langsung oleh para siswa.

Mereka mengaku keterbatasan ruang membuat kegiatan belajar menjadi kurang nyaman dan berpotensi mengganggu konsentrasi selama mengikuti pelajaran.

“Kami di sekolah ini ruang untuk aktivitas belajar terbatas. Terpaksa kami belajar di teras dan ruang kelas juga dibagi dua. Aktivitas belajar kami terganggu,” ungkap para siswa.

Pihak sekolah berharap kondisi tersebut mendapat perhatian dari pemerintah daerah maupun Pemerintah Provinsi NTB.

Pembangunan ruang kelas baru dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar proses belajar mengajar dapat berlangsung secara lebih layak, nyaman, dan maksimal.

“Kami berharap kepada pemerintah daerah dan pemerintah provinsi agar ada RKB baru untuk memaksimalkan proses belajar mengajar,” harap pihak sekolah.

Kondisi SDN Negeri UPT Laju ini sekaligus menjadi perhatian terhadap pentingnya pemenuhan fasilitas pendidikan, khususnya ruang belajar, agar keterbatasan sarana tidak terus menjadi hambatan bagi siswa dan tenaga pendidik dalam menjalankan proses pendidikan.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar