SPACE IKLAN

header ads

Viral Video Kaca Truk Pecah Diduga Dilempar Petugas Jembatan Timbang Bertais, Dishub Lobar Buka Suara

 
Foto istimewa 
Laporan,zul
Sabtu 26 September 2026

WARTABUMIGORA|MATARAM — Sebuah video yang memperlihatkan kaca jendela truk pecah usai dilempar menggunakan tongkat lampu lalu lintas (stick lamp) beredar luas di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Insiden yang diduga melibatkan oknum petugas di Jembatan Timbang Bertais, Jalan Ahmad Yani, Desa Gerimax Indah, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, itu memicu kecaman dari warganet.

Berdasarkan penelusuran media ini, video tersebut pertama kali diunggah oleh salah satu akun Facebook pada Senin, 21 September 2026, atau sekitar enam hari lalu. Hingga kini, waktu pasti terjadinya peristiwa tersebut belum dapat dipastikan.

Dalam narasi unggahannya, pemilik akun menyebut bahwa oknum petugas Jembatan Timbang Bertais diduga melempar sebuah truk yang tengah melintas menggunakan stick lamp, hingga mengakibatkan kaca jendela pecah dan sopir truk mengalami luka ringan. 

"Apa pun alasannya, kekerasan tidak bisa dibenarkan dalam proses penegakan hukum," tulis pemilik akun tersebut dalam keterangan videonya.

Video berdurasi kurang dari satu menit itu memperlihatkan suasana riuh di lokasi kejadian. Sejumlah orang tampak berusaha menenangkan situasi sekaligus mempertanyakan tindakan pelemparan terhadap kendaraan.

Suasana kemudian memanas ketika seorang pria yang mengaku sebagai sopir truk mempertanyakan alasan di balik pelemparan. 

"Ini apa maksudnya nglempar ini? Kenapa dilempar itu mobilnya?" katanya.

Di tengah kericuhan, terdengar pula keterangan bahwa kepala sopir sempat terkena lemparan. 

"Kepalanya kena lho itu, Pak!" teriak salah satu warga, yang kemudian dijawab dengan permintaan agar semua pihak bersabar menunggu penanganan dari yang berwenang.

Video tersebut ditutup dengan pernyataan tegas dari sopir truk yang meminta agar rekannya tidak diperlakukan dengan kekerasan. 

"Jangan kamu lempar-lempar teman saya ya! Bukan saya, saya sopirnya, saya yang bawa mobil dari tadi," ujarnya.

Menanggapi beredarnya video tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Lombok Barat, M. Hendrayadi, membantah bahwa insiden itu melibatkan anggotanya. Ia menegaskan bahwa Jembatan Timbang Bertais bukan berada di bawah wilayah kewenangan Dishub Lombok Barat.

"Bertais bukan wilayah hukum Lombok Barat. Jadi tidak mungkin ada anggota Dishub Lobar dengan seragam beraktivitas di Bertais," kata Hendrayadi, Sabtu (26/9).

Ia menambahkan, berdasarkan pengamatannya terhadap video yang beredar, tidak ditemukan adanya petugas berseragam Dishub Lombok Barat dalam rekaman tersebut. Menurutnya, pengelolaan Jembatan Timbang Bertais berada langsung di bawah kewenangan Kementerian Perhubungan.

"Dari gambar di atas, tidak ada anggota Dishub Lobar. Jadi itu langsung di bawah Kementerian Perhubungan," ujarnya.

Hendrayadi pun mengimbau masyarakat maupun pengunggah konten di media sosial untuk lebih berhati-hati dan memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya. 

"Harusnya yang mem-posting di medsos itu lihat dulu, jangan asal posting," tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Jembatan Timbang Bertais maupun Kementerian Perhubungan selaku instansi yang disebut membawahi lokasi kejadian belum memberikan keterangan resmi terkait identitas petugas yang diduga terlibat dalam insiden pelemparan tersebut. 

Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh kejelasan atas peristiwa yang telah menyita perhatian publik ini.
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar