WARTABUMIGORA.ID|MATARAM — Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UIN Mataram mendesak Pengurus Cabang (PC) PMII Kota Mataram untuk segera melaksanakan Konferensi Cabang (Konfercab) sebagai forum tertinggi organisasi di tingkat cabang.
Desakan tersebut disampaikan menyusul telah berakhirnya masa berlaku Surat Keputusan (SK) kepengurusan PC PMII Kota Mataram pada 15 Oktober 2026. Berakhirnya masa berlaku SK tersebut seharusnya menjadi momentum bagi PC PMII Kota Mataram untuk segera memastikan proses regenerasi dan keberlanjutan organisasi melalui pelaksanaan Konfercab.
Ketua PMII Komisariat UIN Mataram, Sudame Wire Sujane, yang akrab disapa Wire, menegaskan bahwa berakhirnya masa berlaku SK bukan persoalan administratif semata. Hal tersebut berkaitan langsung dengan kepastian organisasi, mekanisme regenerasi, serta legitimasi kepengurusan di tingkat cabang.
“SK sudah berakhir sejak 15 Oktober 2026. Maka kami mempertanyakan, sampai kapan Konfercab akan ditunda? Organisasi harus memiliki kepastian. Jangan sampai kader dan komisariat terus menunggu tanpa ada kejelasan mengenai kapan proses regenerasi akan dilaksanakan,” tegas Wire.
Wire juga menyoroti munculnya kemungkinan bahwa pelaksanaan Konfercab masih menunggu agenda Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas). Menurutnya, jika memang terdapat alasan organisatoris yang mengharuskan Konfercab menunggu Muspimnas, maka hal tersebut harus dijelaskan secara terbuka kepada seluruh kader dan komisariat.
“Jangan-jangan Konfercab belum mau dilaksanakan karena masih menunggu Muspimnas? Kalau memang ada alasan organisatoris yang membuat Konfercab harus menunggu, sampaikan secara terbuka kepada kader. Jangan sampai Muspimnas kemudian dijadikan alasan untuk menggantung proses regenerasi di tingkat cabang,” ujarnya.
Menurut Wire, agenda nasional organisasi semestinya tidak menjadi alasan untuk mengabaikan kebutuhan konsolidasi dan kepastian organisasi di tingkat cabang. Setiap tingkatan organisasi memiliki mekanisme dan tanggung jawab masing-masing yang harus dijalankan secara tertib.
“Kami menghormati agenda Muspimnas dan seluruh agenda nasional PMII. Tetapi penghormatan terhadap agenda nasional tidak berarti proses organisasi di tingkat cabang boleh dibiarkan tanpa kepastian. Kalau ada ketentuan yang memang mengatur hubungan antara Muspimnas dan pelaksanaan Konfercab, mari kita buka dan jelaskan kepada kader. Jangan membangun organisasi berdasarkan asumsi dan ketidakjelasan,” kata Wire.
Lebih jauh, Wire menegaskan bahwa desakan pelaksanaan Konfercab bukanlah upaya untuk mempersoalkan siapa yang akan menjadi ketua atau siapa yang akan menduduki posisi tertentu. Yang menjadi perhatian utama adalah memastikan proses regenerasi berjalan sesuai mekanisme organisasi.
“Yang kami minta bukan siapa yang harus menjadi ketua. Kami meminta prosesnya dijalankan. Siapa pun yang nantinya mendapatkan amanah harus lahir dari proses yang demokratis, transparan, dan sesuai aturan organisasi. Jangan sampai kepentingan mempertahankan posisi justru mengalahkan kepentingan organisasi,” tegasnya.
PMII Komisariat UIN Mataram menilai bahwa semakin lama Konfercab tidak mendapatkan kepastian, semakin besar pula potensi munculnya persoalan organisatoris di kemudian hari. Karena itu, PC PMII Kota Mataram harus segera memberikan penjelasan dan menentukan langkah konkret.
Atas dasar tersebut, PMII Komisariat UIN Mataram menyampaikan desakan sebagai berikut:
1. Mendesak PC PMII Kota Mataram segera memberikan kepastian mengenai status kepengurusan pasca berakhirnya SK pada 15 Oktober 2026.
2. Mendesak PC PMII Kota Mataram segera menetapkan dan mengumumkan tahapan pelaksanaan Konfercab.
3. Mendesak PC PMII Kota Mataram membuka secara transparan alasan apabila pelaksanaan Konfercab masih harus menunggu agenda Muspimnas.
4. Meminta agar agenda Muspimnas tidak dijadikan alasan untuk menunda proses regenerasi di tingkat cabang tanpa dasar organisatoris yang jelas.
5. Mendesak pelaksanaan Konfercab secara demokratis, transparan, objektif, dan sesuai dengan ketentuan organisasi PMII.
6. Mengutamakan kepentingan keberlanjutan organisasi, kaderisasi, dan kepastian kelembagaan di atas kepentingan kelompok maupun kepentingan personal.
“Kami ingin PMII Kota Mataram tetap menjadi rumah kaderisasi yang sehat. Karena itu, jangan biarkan kader terus bertanya kapan Konfercab dilaksanakan. SK sudah berakhir. Kalau memang ada alasan untuk menunggu, jelaskan. Kalau tidak ada alasan yang mengharuskan menunggu, maka segera laksanakan Konfercab,” tutup Wire.

0 Komentar