SPACE IKLAN

header ads

Bukan Sekadar Makanan, Festival Pangan Lokal Bonjeruk Buka Peluang Wisata dan Ekonomi Desa

Foto. Istimewa.

Laporan: Laila
Minggu, 25 Oktober 2026.

WARTABUMIGORA.ID|LOMBOK TENGAH — Desa Wisata Bonjeruk menggelar Festival Pangan Lokal selama tiga hari untuk memperkenalkan kembali kekayaan pangan dan kuliner tradisional yang mulai jarang ditemukan di tengah masyarakat.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap potensi pangan lokal yang tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga berpeluang dikembangkan sebagai daya tarik wisata dan sumber ekonomi masyarakat desa.

Ketua Panitia Festival Pangan Lokal Bonjeruk, Apriliawan Sukma, SP., menjelaskan bahwa antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut cukup tinggi. Warga turut berpartisipasi dengan membawa berbagai tanaman pangan yang dimiliki untuk dipamerkan, sekaligus berbagi pengetahuan mengenai cara pengolahan dan pemanfaatannya.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk kembali mengenali kekayaan pangan yang ada di lingkungan mereka, sekaligus menggali berbagai kemungkinan pengolahan agar memiliki nilai manfaat yang lebih luas.

Pangan Lokal Berpotensi Jadi Daya Tarik Wisata

Meski pengelolaan pangan lokal di Desa Bonjeruk belum sepenuhnya terorganisasi secara luas, potensi yang dimiliki dinilai cukup besar untuk mendukung pengembangan desa wisata.

Berbagai jenis bahan pangan dan olahan tradisional yang unik dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Bonjeruk.

Selain itu, festival ini membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan inovasi pengolahan pangan lokal menjadi beragam menu yang lebih menarik dan sesuai dengan selera berbagai kalangan.

Upaya tersebut juga sejalan dengan program pemerintah dalam mendorong penganekaragaman konsumsi pangan, sehingga masyarakat tidak hanya bergantung pada satu jenis makanan pokok, tetapi mulai memanfaatkan berbagai sumber pangan lokal yang tersedia.

Hadirkan Pameran hingga Inovasi Olahan Modern

Selama tiga hari pelaksanaan, Festival Pangan Lokal Bonjeruk menghadirkan sejumlah agenda utama yang melibatkan masyarakat dan pengunjung.

Salah satunya adalah pameran pangan lokal yang menampilkan berbagai jenis bahan pangan dan makanan yang pernah maupun masih tersedia di Desa Bonjeruk.

Pengunjung juga dapat mengikuti sesi diskusi dan pencicipan untuk mengenal lebih dekat cita rasa pangan lokal sekaligus berbagi pengalaman mengenai pengolahan makanan tradisional.

Tidak hanya mempertahankan cara pengolahan yang diwariskan secara turun-temurun, festival ini turut mendorong inovasi dengan mengolah bahan pangan seperti singkong dan ubi menjadi sajian yang lebih modern.

Inovasi tersebut diharapkan dapat memperluas penerimaan pangan lokal, khususnya di kalangan anak-anak dan generasi muda, sehingga kekayaan kuliner tradisional tetap dikenal dan diminati.

Diharapkan Menginspirasi Desa Lain

Melalui Festival Pangan Lokal, panitia berharap kekayaan pangan Desa Bonjeruk tidak hanya menjadi identitas kuliner masyarakat setempat, tetapi juga berkembang menjadi bagian penting dari daya tarik wisata desa.

Festival ini diharapkan mampu membuka peluang pengembangan produk pangan lokal yang memiliki nilai tambah, sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan melestarikan warisan kuliner tradisional.

Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan dapat menginspirasi desa-desa lain yang memiliki kondisi lingkungan dan potensi serupa untuk menggali, mengembangkan, serta memperkenalkan kekayaan pangan lokal kepada masyarakat yang lebih luas.

Dengan demikian, pangan lokal tidak hanya dipandang sebagai bahan makanan sehari-hari, tetapi juga sebagai aset budaya, peluang usaha, dan modal penting dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar