WARTABUMIGOTA.ID|BALI – Seorang wisatawan asal Tiongkok bernama Julie mengaku kehilangan perhiasan senilai sekitar US$10.000 atau setara Rp160 juta saat mengikuti tur rombongan di Bali. Perhiasan tersebut dilaporkan hilang setelah dirinya menemukan kode kombinasi koper miliknya berubah.
Dilansir Balinews, Julie mengaku mengikuti perjalanan wisata yang diselenggarakan Tongcheng Travel bersama agen perjalanan lokal pada 5 Oktober 2026. Tur tersebut mencakup sejumlah destinasi, termasuk Nusa Penida dan Lovina.
Menurut keterangannya, selama perjalanan koper para peserta disimpan di bagasi kendaraan yang kuncinya dipegang oleh sopir.
Julie juga mengungkapkan bahwa dua hari sebelum perjalanan, pemandu wisata menambahkan akun WeChat pribadinya. Ia mengaku pemandu tersebut mengetahui bahwa dirinya membawa perhiasan berharga.
Kejadian baru diketahui sekitar pukul 22.00 WITA setelah rombongan tiba di hotel kawasan Lovina. Saat memeriksa barang bawaannya, Julie mendapati kode kombinasi kopernya telah berubah dan perhiasan miliknya tidak lagi berada di tempat semula.
Ia juga menyebut empat wisatawan lain dalam rombongan yang sama mengalami kejadian serupa. Namun, menurut Julie, mereka memilih tidak melaporkan kehilangan tersebut karena khawatir terhadap keselamatan mereka.
Julie mengaku telah melaporkan kejadian itu ke Polres Buleleng pada malam yang sama. Polisi disebut telah memanggil sopir dan pemandu wisata untuk dimintai keterangan terkait peristiwa tersebut.
Selain melapor kepada kepolisian, Julie juga menyampaikan pengaduan kepada Konsulat Jenderal Tiongkok di Denpasar dan Kementerian Pariwisata Indonesia.
Hingga berita ini disusun, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan. Sopir dan pemandu wisata yang disebut dalam laporan belum dinyatakan sebagai tersangka. Belum ada kesimpulan resmi mengenai pihak yang bertanggung jawab atas hilangnya perhiasan tersebut.
Tim Balinews mengaku telah menghubungi pihak agen perjalanan terkait untuk meminta konfirmasi, tetapi belum menerima tanggapan hingga berita diterbitkan.
Kasus ini menjadi perhatian terkait keamanan barang berharga wisatawan selama mengikuti perjalanan rombongan. Penanganan lebih lanjut oleh pihak berwenang diharapkan dapat mengungkap kronologi serta penyebab hilangnya perhiasan tersebut.

0 Komentar