WARTABUMIGORA.ID | BIMA – Bupati Bima, Ady Mahyudi, secara resmi membuka Sarasehan Lintas Sektor Promosi Pelayanan Kesehatan Mata dan Penanggulangan Gangguan Penglihatan di Aula Masjid Agung Kabupaten Bima, Senin (2/11/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan mata bagi masyarakat Kabupaten Bima.
Sarasehan tersebut merupakan hasil kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dan The Fred Hollows Foundation (FHF) melalui program Comprehensive Community Eye Care (CCEC) Provinsi NTB periode 2026–2029.
Dalam sambutannya, Bupati Bima menegaskan bahwa peningkatan derajat kesehatan masyarakat tidak bisa hanya dibebankan kepada sektor kesehatan. Dibutuhkan keterlibatan seluruh perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, organisasi profesi, serta elemen masyarakat lainnya.
"Upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat tidak dapat dilaksanakan hanya oleh sektor kesehatan, melainkan dibutuhkan keterlibatan, dukungan, dan kolaborasi seluruh perangkat daerah serta seluruh elemen masyarakat," tegas Ady Mahyudi.
Menurutnya, gangguan penglihatan yang tidak ditangani secara tepat dapat berdampak terhadap produktivitas masyarakat sekaligus menambah beban ekonomi keluarga.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bima bermitra dengan FHF Australia melalui FHF Indonesia untuk memperluas akses pelayanan kesehatan mata yang layak dan berkualitas. Upaya tersebut juga diarahkan untuk menekan angka kebutaan akibat katarak serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan mata.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Hj. Nurul Wahyuti, S.E., M.E., berharap keterlibatan berbagai sektor dalam kegiatan tersebut menjadi fondasi kuat bagi keberlanjutan program, sehingga pelayanan kesehatan mata dapat berjalan optimal dan menjangkau masyarakat secara luas.
Sarasehan ini turut dihadiri Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Hartawan, S.Sos., S.KM., M.M., yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, para camat, pimpinan OPD lintas sektor, 21 kepala puskesmas, serta para kepala desa se-Kabupaten Bima.
0 Komentar