SPACE IKLAN

header ads

Sekolah di Pelosok Langgudu Terabaikan, Guru Keluhkan Minimnya Fasilitas

Foto. Istimewa 

Laporan: Ipul 
Senin, 2 November 2026.

WARTABUMIGORA.ID | BIMA – SDN Inpres Tamandaka, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan. Kondisi bangunan sekolah, minimnya ruang penunjang, hingga sulitnya akses jalan menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah.

Berdasarkan pantauan WARTABUMIGORA.ID, Senin (2/11/2026), sejumlah ruangan sekolah terlihat kurang terawat. Bahkan, beberapa ruangan tidak lagi digunakan karena kondisinya memprihatinkan.

Kepala SDN Inpres Tamandaka, Nasrullah, S.Pd.I., mengatakan sekolah masih membutuhkan sejumlah fasilitas, seperti ruang laboratorium, perpustakaan, dan rumah dinas guru.

Menurutnya, rumah dinas menjadi kebutuhan penting karena sebagian besar tenaga pendidik berasal dari luar Desa Tamandaka. Jarak tempuh yang jauh serta kondisi jalan yang rusak menyulitkan perjalanan menuju sekolah, terutama saat musim hujan.

"Rumah dinas sangat kami harapkan karena sebagian besar guru berasal dari luar Desa Tamandaka. Dengan adanya rumah dinas, guru bisa lebih mudah menjalankan tugas sehingga kegiatan belajar-mengajar dapat berlangsung lebih optimal," ungkap Nasrullah.

Persoalan lainnya adalah para guru tidak lagi menerima tunjangan khusus daerah terpencil. Padahal, sebelumnya mereka pernah mendapatkan tunjangan tersebut karena lokasi sekolah dinilai memenuhi kriteria wilayah terpencil.

Keterbatasan ruang belajar juga berdampak pada kegiatan pembelajaran. Nasrullah menjelaskan, siswa kelas V menggunakan satu ruangan pada jam pelajaran pertama, kemudian dilanjutkan oleh siswa kelas IV pada jam berikutnya.

Kondisi tersebut menggambarkan keterbatasan fasilitas yang masih dihadapi sekolah di wilayah pelosok Kabupaten Bima.

Nasrullah berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Bima dan instansi terkait mengevaluasi kembali status daerah khusus sekolah tersebut, sekaligus memperhatikan hak dan kesejahteraan tenaga pendidik.

Ia juga meminta pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi NTB, hingga pemerintah pusat turun langsung melihat kondisi sekolah agar kebutuhan fasilitas pendidikan dapat segera ditangani.

"Saya berharap pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi persoalan kondisi gedung sekolah dan memenuhi kebutuhan fasilitas yang masih kurang," harapnya.

Kondisi SDN Inpres Tamandaka menjadi pengingat bahwa pemerataan pendidikan tidak cukup hanya dengan memastikan keberadaan sekolah. Ketersediaan ruang belajar yang layak, fasilitas penunjang, akses jalan, serta dukungan bagi tenaga pendidik juga menjadi bagian penting dalam menjamin kualitas pendidikan.

Anak-anak di wilayah terpencil memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak. Karena itu, keterbatasan geografis semestinya tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk mendapatkan fasilitas pendidikan yang memadai.
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar