SPACE IKLAN

header ads

ASN Tilep Uang Masjid, Bupati dan DPRD Lobar Geram



Lombok Barat, ( wartabumigora.com ) - H. Fauzan Khalid selaku Bupati Lombok Barat NTB serta kalangan DPRD terkesan kecewanya terkait kasus pungutan liar (Pungli) bantuan rehabilitas masjid yang di melibatkan oknum ASN Kemenag setempat.
Perbuatan tersangka dinilai tak pantas, H. Fauzan Khalid menghimbau semua pihak menumbuhkan rasa malu agar malu melakukan tindakan melanggar, selain itu bupati lombok barat mengatakan, pihaknya sering menyampaikan bahwa kalau tidak menyumbang ke masjid minimal mampu memfasilitasi sebagai bentuk dharma bakti.

" Tapi ini mampu menyumbang ke masjid, malah motong lagi ini tidak pantas."katanya dengan nada kecewa. Jumaat.( 18/2/2019).

Hal senada disampaikan anggota DPRD lombok barat, Hj. Nur Hidayah, Ia menilai praktik pungli yang dilakukan oknum ASN ini memalukan daerah, sebab bantuan yang di pungli untuk korban gempa bahkan bantuan rehab masjid.

" Ini sangat memalukan bantuan gempa untuk masjid aja bisa di potong." Katanya kecewa.

Ia mengaku mendengar informasi terkait pungutan tersebut dari pengurus dan kadus, ia pun menyarankan agar pengurus jangan mau di potong sebab bantuan ini langsung masuk ke rekning.

Menurutnya, tidak ada alasan pembenar bantuan kepada korban gempa di potong," Apalagi untuk pembangunan masjid kalau pun oknum mengancam pengurus mengalihkan bantuan, jika pengurus tak memberikan fee tersebut segera lapor." sambungnya.

Sementara itu politisi gerindra asal Gunung Sari ini mendesak agar pihak Kepolisian mengusut tuntas kasus ini, dan pihak kepolisian segera menelusuri para pihak yang terlibat sampai tuntas.

Pasca - OTT, pelayanan di kantor KUA Gunung Sari berjalan normal, para staf masuk kantor seperti biasa, hanya saja Kepala KUA setempat tidak ada di tempat karena di panggil pihak Kemenag Lombok Barat.

Menurut informasi dari staf di KUA setempat, BA bertugas sebagai staf administrasi dan yang bersangkutan katanya sudah pindah tugas beberapa kali sebelum bertugas di KUA Gunung Sari, awalnya di kota mataram,lalu pindah ke Lembar dan baru pindah ke Gunung Sari. (01).

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar