Lombok Barat, wartabumigora.com –
Sejumlah warga Lendangre Desa Sekotong Tengah Kecamatan Sekotong, mendesak pemerintah daerah Lombok Barat NTB, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) segera memperbaiki ruas jalan Lendangre-Long-longan Desa Sekotong Kecamatan Sekotong.
Ruas jalan Lendangre Long - Longan menuju Desa Kedaro tersebut rusak parah akibat longsor yang terjadi bulan lalu. Ruas jalan ini sangat vital bagi warga yang bermukim di atas bukit, pasalnya jalan ini dilalui oleh warga dua desa yakni Desa Sekotong Tengah dan Kedaro. Kondisi kerusakan jalan semakin parah menyusul hujan yang melanda beberapa waktu lalu. Akibat sebagian besar badan jalan terkena longsor, mengganggu warga yang beraktivitas baik ekonomi, ke sekolah dan pelayanan kesehatan.
M Rasid selaku Sekdes Sekotong Tengah mengatakan, pihak desa sudah melaporkan jalan longsor ini ke Dinas terkait. OPD dalam hal ini Dinas PU pun ketika itu langsung merespon dengan turun ke lokasi melakukan pengecekan.
" Hanya saja sampai saat ini, setelah tim turun ke lokasi belum ada tindaklanjut perbaikan." ucapnya. Jumat, (3/5/2019).
Sekertaris Desa Sekotong tersebut memaparkan, pihaknya Karena bersama kekadusan setempat kembali melayangkan surat permohonan perbaikan jalan ini langsung ke Bupati tembusan kepada kepala BPBD, Dinas PU PR.
“Surat permohonan ini untuk di sampaikan langsung kepada Bapak Bupati Lobar,tembusan kepada Kepala BPBD Lobar dan Dinas PUPR Lobar. Semoga segera ada tanggapan,sebab ruas jalan yang rusak akibat longsor tersebut sangat mendesak untuk diperbaiki, jangan sampai menimbulkan banyak jatuhnya korban,”tegas
Menurut Rasid sapaan akrab, akses jalan ini tak hanya dilalui warga setempat namun warga desa Kedaro. Akses jalan ini menjadi penghubung menuju desa Kedaro, sehingga kebanyakan warga desa kedaro lebih memilih lewat akses jalan ini karena dinilai lebih dekat.
Selain itu juga Kepala Desa Sekotong Tengah, L Sarappudin mengatakan akses jalan penghubung antar dusun di Lendang Re mnenuju dusun Long-longan telah kondisinya rusak akibat longsor.
“Jalan itu nyatus putus total, kalau tidak segera diperbaiki maah tinggal tunggu waktu putus sudah. Ditambah tidak ada pengaman jalan, rambudan lampu jalan sehingga sering terjadi kecelakaan. Beberapa korban meninggal,”terang Kades Sekotong Tengah ini.
Menurut nya, akses jalan ini memiliki panjang 2 kilometer lebih, namun kondisinya parah persis di tebing dusun Lendng Re. Akibat dilanda hujan, jalan tersebut longsor tahun lalu. Diperparah lagi awal tahun ini intensitas hujan tinggi, dipicu kondisi tanah yang labil mengakibatkan longsor semakin melebar hingga badan jalan nyaris putus.
“PU sanggup perbaiki koordinasi dengan BPBD namun ini belum ada kepastian,” sambungnya.
Selain itu juga akses jalan tersebut perlu dilengkapi fasilitas berupa pengaman dan rambu lalu lintas serta PJU. Pasalnya akibat tak adanya fasilitas ini, banyak warga mengalami kecelakaan bahkan menelan korban jiwa.
Terpisah, I Made Arthadana mengatakan, pihaknya sedang berusaha mengkoordinasikan sumber pembiayaann dengan BPBD.
"Kita tengah berusaha koordinasikan sumber anggaranya ini, dan persoalan jalan ini pun masuk dalam agenda pembahasan rapat forum lalu lintas angkutan jalan (FLLAJ) Kabupaten Lombok Barat." Jelasnya.
Selain itu juga, Hambali selaku Kepala Bidang Bina Marga PUPR Lombok Barat mengatakan,
“Perencanaan dan anggaran telah disiapkan oleh Dinas PUPR untuk kerusakan jalan ini, tetapi untuk tahun ini anggaran untuk kerusakan jalan ini tidak tersedia,”tegas dia. (01).

0 Komentar