SPACE IKLAN

header ads

Kinerja DPRD Dapil Gerung di Sorot


Lombok Barat, wartabumigora.com -Anggota DPRD Lombok Barat (Lobar) Dapil Gerung-Kuripan disorot. Itu lantaran dalam Musrenbang Kecamatan Gerung pekan lalu, tak ada satupun anggota dewan dari Dapil ini yang hadir. Meskipun pihak kecamatan mengaku telah mengundang para anggota dewan yang terhormat itu.
“Kami sudah undang semua anggota dewan yang ada di Dapil Gerung-Kuripan. Ada sekitar delapan orang yang kami undang tapi tidak ada yang hadir,” beber Camat Gerung Mulyadi kepada Lombok Post, Sabtu (17/2) lalu.
Ia mengaku tidak tahu alasan ketidakhadiran anggota dewan tersebut. Diduga karena ada kesibukan masing-masing. Karena informasi yang ia dapatkan ada yang keluar daerah. Lantas apakah hal ini kemudian berpengaruh dalam kebijakan memperjuangkan pembangunan di wilayah Kecamatan Gerung, Mulyadi memberikan jawaban normatif. “Tapi mungkin nanti akan diperjuangkan di Musrenbang kabupaten. Cuma jadwalnya belum kami terima,” bebernya.
Musrenbang Kecamatan Gerung dilaksanakan 12 Februari. Seharusnya masing-masing dewan hadir di Musrenbang untuk mengetahui permasalahan dan program yang dibutuhkan di wilayah kecamatan. Agar para anggota dewan bisa memperjuangkan program masyarakat di setiap desa wilayah kecamatan saat Musrenbang kabupaten nanti. “Kami sudah menyampaikan undangannya, tapi kami kan tidak bisa memaksakan,” akunya.
Pada Musrenbang Kecamatan Gerung lalu, Mulyadi mengaku pembahasan dilakukan pihaknya kaitannya untuk usulan RPJMD 2020 ke depan. Mulai kaitannya dengan sarana prasarana, ekonomi hingga sosial budaya. Misalnya dengan usulan pembangunan puskesmas pembantu, program pemberdayaan masyarakat hingga pembangunan sarana prasaran seperti pembangunan jembatan dan jalan yang memang dibutuhkan masyarakat. “Banyak hal yang kita bahas,” ujarnya.
Ketidakhadiran satu pun anggota dewan ini pun kemudian ramai diperbincangkan masyarakat Lobar. Khususnya dari unsur perwakilan desa yang memang sangat mengharapkan kehadiran anggota legislatif yang akan menggodok dan mengesahkan anggaran.
“Musrenbang kecamatan ini merupakan aspirasi tingkat bawah karena sudah melalui musyawarah dusun hingga musrenbang desa. Jadi kehadiran DPRD ini sangat dirindukan tiap musrembang,” ujar Yeni Pancawati salah seorang perwakilan unsur pemerintah Desa Babussalam.
Dewan memiliki tugas menampung aspirasi, mengawal perencanaan segala pembangunan daerah bersama eksekutif.  Sehingga ketika anggota DPRD  tidak hadir dalam Musrenbang, wajar kemudian masyarakat mempertanyakan peran mereka.
“Yang perlu kita garis bawahi ada anggota DPRD yang merasa hanya menjadi wakil kecamatannya. Sedangkan kalau bicara Dapil 1, anggota DPRD punya dua kecamatan yang harus diperjuangka yakni Gerung-Kuripan,” paparnya.
“Jangan sampai Caleg dari Gerung hanya melihat Gerung saja atau kalau Kuripan hanya melihat masyarakat Kuripan saja,” pungkasnya. (01)

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar