Dompu NTB, wartabumigora.com - Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Renda (APR) melakukan aksi blokade jalan masuk di areal perusahaan.
Hal ini dilakukan atas tindakan salah satu perusahaan CV Rora Indah Lestari, yang sedang melakukan penambangan galian C yang di lakukan di wilayah So Mada Kabu Kelurahan Simpasai Kecamatan Woja Kabupaten Dompu NTB.
Aksi masyarakat tersebut menolak keberadaan CV. Rora Indah Lestari karena dianggap sangat mengganggu dan menghambat pertumbuhan tanaman para petani di sekitar lokasi, karena limbah material yang dihasilkan membuat rugi para petani.
"Persoalan limbah material ini sangat berefek pada penghasilan para petani, dimana limbah yang dihasilkan menyebabkan para petani rugi dan gagal panen, karena tanaman petani secara keseluruhan pada sekitar lokasi ditutupi oleh material debu yang dihasilkan perusahaan," ungkap Kordinator Lapangan (Korlap) Surio Sulistio. Selasa (11/6/2019).
Selain itu juga Rio sapaan akrab, menduga CV Rora Indah Lestari tidak memiliki ijin operasional.
"Kami menduga Galian C yang dilakukan CV Rora Indah Lestari ini tidak memiliki ijin, karena sepengetahuan kami selaku pemilik lahan yang berada di sebelah perusahaan ini, merasa tidak pernah menandatangani surat yang membenarkan hadirnya CV Rora Indah Lestari beroperasi di lokasi ini," sorotnya.
Massa yang merasa resah dengan keberadaan tambang galian C yang di laksanakan oleh CV Rora Indah Lestari, hal ini massa melakukan aksi penolakan dengan menyegel jalur pintu masuk perusahaan tersebut
"Harapan kami selaku pemilik lahan di sekitar lokasi, bagaimana perusahaan bisa memagari area perusahaan ini, supaya tidak mengganggu terhadap tanaman petani, juga kami harapkan supaya kendaraan yang mengangkut material ini, dapat dibatasi agar tidak menggunakan mobil tronton, karena jalur ini tidak mampu memenuhi kapasitas kekuatan mobil tronton yang ada," harapnya.
Hal ini juga massa sudah melakukan aksi yang sama hingga tiga kali, dan meminta pihak perusahaan untuk melakukan dialog, namun hingga aksi yang ketiga kali ini dilakukan pihak perusahaan belum juga menanggapi keinginan massa aksi.(ab).
Baca Juga
0 Komentar