SPACE IKLAN

header ads

Pelaksanaan Lebaran Topat Dikemas Menjadi Ritual Realigi, Ini Penyebabnya


Mataram NTB, wartabumigora.com -Tradisi Lebaran Topat (Ketupat,red) merupakan tradisi hari raya kedua yang dirayakan khususnya di Pulau Lombok merupakan tradisi turun temurun yang telah berlangsung sejak ratusan tahun silam.

Tradisi kearifan lokal lebaran Topat menjadi trending masyarakat Lombok yang terpusat diKota Mataram dan Lombok Barat, umumnya diramaikan dengan berbagai lomba dan nyekar makam para ulama yang dianggap wali oleh masyarakat Lombok.

Pelaksanaan lebaran Topat dikemas menjadi ritual religi dan menjadi salah satu aset paket wisata daerah tahunan bermuatan budaya dan edukasi lokal.

Pelaksanaan lebaran Topat diKota Mataram dipusatkan di dua titik yakni Makam Loang Balok yang kebetulan berhadapan dengan pantai dan Makam Bintaro Ampenan dengan posisi yang sama.

Walikota Mataram, TGH. Ahyar Abduh membuka resmi perayaan lebaran Topat diMakam Loang Balok dengan Belah Ketupat Agung diPantai Loang Balok yang sebelumnya dirangkai dengan acara awal yakni Nyekar Makam Loang Balok yang dilanjutkan dengan acara Ngurisan masal di lokasi makam, (Rabu 12/5).

Acara sakral tersebut diakhiri dengan pelepasan Tukik Penyu yang diambil dari lokasi penangkaran pantai Gading yang tak jauh dari lokasi tersebut.

Dalam sambutannya Walikota Mataram, TGH. Ahyar Abduh menyampaikan bahwa, tradisi kearifan lokal Lebaran Topat tersebut sangat penting untuk dijaga kelestariannya karena merupakan warisan leluhur sejak ratusan tahun silam.

Acara tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran Forkopimda Kota Mataram serta ribuan masyarakat dari luar kota dan warga kota Mataram.(N3G)
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar