SPACE IKLAN

header ads

Pembakaran Gubuk Milik Warga Desa Parado Wane, Pemerintah, TNI dan Polri Adakan Mediasi


Foto. Kapolres Bima, AKBP Bagus S Wibowo serta Dandim/1068/Bima Letkol.Inf.Bambang Kurnia Eka Putra, dan Wakil Bupati H. Dahlan didampingi Camat Monta, Muhtar serta camat Parado Baharuddin, sedang melakukan pertemuan terkait komplik yang terjadi antara kedua warga, Parado dan Tolotangga di mussalla Al-Muttaqin Tolotangga Bima.

BIMA NTB, Wartabumigora.com.- Menindaklanjuti kejadian pembakaran gubuk milik warga Desa Parado Wane Kecamatan Parado yang di duga di lakukan oleh masyarakat Desa Tolotangga Kecamatan Monta dan ketika di adakan pertemuan oleh kedua pihak di Kantor Camat Monta, Rabu (26/06/19) namun batal di lakukan karena terjadi keributan. Kemudian, Kamis (27/06/19) sekitar pukul 15:00 Wita, bertempat di Mushalla Al-Muttaqin telah berlangsung pertemuan dalam rangka membahas permasalahan yang terjadi antara warga Desa Tolotangga Kecamatan Monta dengan warga Desa Parado Wane Kecamatan Parado Kababupaten Bima.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut yakni Kapolres Bima AKBP Bagus S. Wibowo, S.I.K,. Dandim 1608 Bima LETKOL Inf. Bambang Kurnia Eka Putra, Wakil Bupati Bima Drs. H. Dahlan M. Noer, Kepala BKPH TPMRW Syaifullah S.Hut. M.Si,. Para Kabag dan Kasat Polres Bima, Para Kabag, Kasi dan Kadis Pemerintah Daerah Kabupaten Bima, Camat Monta Muhtar, SH, Camat Parado Baharuddin, S.Sos, Kapolsek Monta IPTU Takim, Kapolsek Parado IPDA Nazaruddin, Pj. Kepala Desa Tolotangga Syarifurrahman, ST dan Kepala Desa Parado Wane A. Malik, S.TP.

Kapolres Bima AKBP Bagus S. Wibowo, S.I.K mengucapkan terima kasih kepada para tamu undangan yang telah meluangkan waktunya untuk hadir. Dalam kesempatan tersebut, dirinya berharap kepada semua pihak agar semakin meningkatkan tali silaturrahmi dan bisa memberikan solusi maupun langkah-langkah tindak lanjut terkait permasalahan yang terjadi.

"Kami siap memfasilitasi pertemuan warga kedua Desa di Polres Bima sesuai rencana yang telah ditentukan sebelumnya, dan mengharapkan agar warga dari kedua Desa sebanyak-banyaknya bisa hadir dalam pertemuan tersebut agar semuanya bisa mendengar apa yang akan menjadi keputusan kita bersama," katanya.

Lanjutnya, dari hasil pertemuan tersebut, akan menjadi dasar pertimbangan sebelum dilakukan pertemuan antar warga dari kedua Desa,"Tanggung jawab kita semua untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Kami berharap agar kita semua bisa menyatukan persepsi sehingga pada pertemuan besok,  kita bisa mempersiapkan penyampaian yang jelas terhadap warga masyarakat dari kedua Desa," harapnya.

Disisi yang sama, Dandim 1608 Bima LETKOL Inf. Bambang Kurnia Eka Putra juga menyampaikan, Permasalahan tersebut sudah menjadi atensi dari Danrem dan mengharapkan agar permasalahan yang terjadi tidak hanya diselesaikan secara islah, akan tetapi aturan dasarnya harus ditegakkan. Dalam menyelesaikan persoalan tersebut ia mengharapkan agar jangan pikirkan kalah dan menang, namun bagaimana kita bisa menyelesaikan permasalahan yang terjadi.

"Pemerintah Desa harus bijak dalam mencari solusi penyelesaian masalah yang terjadi. Kami mengharapkan dalam pertemuam besok semua pihak bisa hadir untuk menetapkan keputusan yang jelas terkait masalah yang terjadi," katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bima Drs. H. Dahlan M. Noer mengharapkan kepada Pemdes agar bisa menghimbau dan mengendalikan warganya masing-masing sehingga warga dari kedua Desa bisa menahan diri dan tidak melakukan aksi saling balas.

Disisi yang sama ia juga mengharapkan kepada semua pihak baik Pemda, TNI, Polri dan Polhut bisa lebih bersinergi sehingga permasalahan seperti ini tidak sampai timbul.

"Saya berharap agar Pemerintah Desa berperan aktif dalam menciptakan situasi yang aman, damai dan tentram. dan jangan mengajak warganya untuk menanam jagung dengan cara merusak hutan," tuturnya. (abd).
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar