Foto. Puluhan pemuda dan masyarakat yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Masyarakat Kompo Samporo, unjukrasa di gedung DPRD Dompu terkait dampak sampah di pasar bawah Dompu.
DOMPU NTB, wartabumigora.com - Puluhan Pemuda dan Masyarakat yang tergabung dalam Kesatuan aksi Masyarakat Kampo Samporo (KAMKS), Kabupaten Dompu, Selasa (25/6/2019) melakukan aksi unjukrasa di kantor DPRD Dompu. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk sikap menyuarakan dampak lingkungan yang ditimbukan di lokasi pasar bawah Dompu.
Koordinator Lapangan (Korlap) dari KAMKS,Syarif Hidayatulah, melalui orasinya menyampaikan beberapa tuntutan antaralain, meminta kepada DPRD Dompu untuk mendesak Pemda Dompu
untuk melakukan pemulihan kembali fungsi pasar dengan tidak melakukan pembuangan sampah di bantaran Sungai Sorisilo.
"Kami KAMKS menolak pembangunan pasar atau revitalisasi pasar kalau hanya meninggalkan kesemrawutan dan tata kelola pasar yang tidak jelas," ungkapnya.
Tidak hanya itu, Syarif juga meminta kepada Pemkab Dompu melakukan normalisasi aliran sungai Sorisilo yang disebabkan oleh kedangkalan pembuangan sampah yanf mengakibatkan bencana banjir bagi warga Kampung Samporo dan warga yang berada di sepanjang bantaran sungai Sorisilo.
"Kami minta Bupati Dompu (Drs. H. Bambang M. Yasin,Red) dapat memahami keadaan dan kondisi kami dengan harapan agar Bupati Dompu dapat mengatasi dan menindaklanjuti aspirasi dan tuntutan tersebut," katanya.
Sebelum melakukan aksi unjukrasa, massa aksi berkumpul di depan Masjid Raya Baiturrahman Dompu, Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu. Kemudian, massa aksi menuju ke kantor DPRD Dompu dengan menggunakan 1 Unit Mobil Pic Up.
Sesampai di kantor setempat (dprd), massa aksi pun melakukan orasi secara bergantian
.(IR3)
Baca Juga
0 Komentar