LOMBOK TIMUR NTB, wartabumigora.com- Tidak ingin larut terpuruk pasca gempa, pemerintah desa Dara Kunci Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur melakukan berbagai upaya untuk bangkit bersama masyarakat. Bidang yang dipilih menjadi rintisan adalah dengan memprioritaskan pendidikan.
Pendidikan dinilai mampu menjadi tonggak dalam pembangunan untuk meraih kemajuan baik dalam jangka pendek atau jangka panjang, mengingat latar belakang sumber daya manusia di wilayah seluas kurang lebih 3000 hektar tersebut masih terbilang rendah. Karena mayoritas masyarakatnya jarang bisa menyelesaikan wajib belajar 9 tahun apalagi sampek menempuh perguruan tinggi. Bukan semata-mata disebabkan kerena kelemahan IQ nya melainkan juga faktor ekonomi sehingga sampai marak terjadi putus sekolah bahkan pernikahan dini.
Hal ini lah yang mendorong segenap parangkat desa untuk berbenah. " memanfaatkan anggaran desa, skala prioritas kami tujukan dulu untuk pendidikan, tak muluk-muluk kita memulainya dari lembaga terkecil, telah beroperasi 2 buah sekolah Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD ) yang sedianya akan kita siapkan sebanyak 3 buah, satu bangunan lagi menyusul," kata Sekdes Dara Kunci Samsul Arifin, S.Pd mewakili pemdes saat ditemui di ruang kerjanya.
Di ungkapkan, keberadaan PAUD tersebut terletak di dua dusun berbeda yang berlokasi strategis agar mudah diakses oleh semua masyarakat. " Satu PAUD ada di dusun Sandongan Barat namanya Kunci Hidayah, satunya lagi di dusun Menang Reak namanya Tunas Ceria yang masing-masing telah sukses meluluskan sebanyak 73 dan 55 siswa siswi baru-baru ini, " tambah Samsul pria lulusan ikip mataram dan baru menjabat mei lalu.
Hal ini mendapat antusiasme masyarakat yang ingin anak-anaknya bisa bersekolah dengan layak dan menjadi tumpuan harapan orang tua dimasa depan.
Foto.Kegiatan Wisuda Pelepasan Siswa-Siswi PAUD Desa Dara Kunci Kecamatan Sambelia Lombok Timur.
Ditanya mengenai upaya lain terutama soal membangkitkan ekonomi masyarakat, ia mengaku sementara ini pihaknya masih disibukkan pada penyelesaian program yang terselenggara oleh pemerintah pusat dan provinsi. Diantaranya, penyelesaian bantuan Rumah Tahan Gempa ( RTG ) dan program bantuan dana tunai bagi masyarakat yang menggeluti Usaha kecil Mikro Kecil dan Menengah ( UMKM ) atau sejumlah Kolompok Usaha Bersama ( KUB ) yang diprakarsai Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia.
Dalam hal ini kami sudah meneruskan peran dan kinerja sesuai prosedur yang ditetapkan, terdapat sekitar 102 orang yang terdata sebagai penerima, berasal dari 7 dusun yakni dusun Dara kunci, Sandongan, Sandongan barat, Menang reak, Menang reak timur, Kolo sepang dan Batu sela.
Besaran dananya mencapai 2 juta rupiah persatu orang / kelompok.
Pencairan dilakukan setelah melalui proses seleksi dengan 2 tahapan pelatihan yang akan terselenggara sampai jumat ( 27 / 06 / 19 ) mendatang.
Meski mayoritas masyarakat desa merupakan petani, pekebun, peternak dan nelayan. Namun,
Desa pemekaran yang berdiri pada tanggal 17 desember 2010 itu masih memiliki banyak potensi lain dengan progres menjanjikan untuk dikembangkan. Dicanangkan pihaknya juga akan membentuk desa wisata karena memiliki panorama pantai yang cukup indah yang bersebelahan dengan 2 buah gili dipojok kanan pulau lombok.
Diharapkan, langkah kecil ini mampu menjadi perangsang besar kedepan sehingga dapat bersaing dengan desa lain beranjak dari pengembangan pendidikan, ekonomi, dan juga wisata nantinya.(irsyad)


0 Komentar