SPACE IKLAN

header ads

Membaca Situasi Pilkada 2020 di Kecamatan Bolo Menjelang Hari H

Oleh : Abdurrahman.

Kecamatan Bolo di tetapkan sebagai Jona Merah Rawan Pemilu pada Pilkada Kabupaten Bima tahun 2020. Hal ini harus menjadi atensi khusus dari segala pihak, Terutama Pihak Polri dan TNI agar Stabilitas pada Pilkada tahun ini terjaga. 

Penetapan daerah Rawan Pemilu oleh lembaga terkait terutama Bawaslu tentu dengan variabel-variabel yang jelas. Jika di baca dari faktor pemilih, di samping Sape, Kecamatan Bolo adalah daerah terbanyak Pemilih kedua dari kecamatan-kecamatan yang lain. Apalagi situasi politik akhir-akhir ini, masing-masing Tim Pasangan Calon saling mengklaim Basis suara di Kecamatan Bolo. Jika di analisa dari faktor situasi, kondisi ini tentu akan memicu Instabilitan atau ceos yang berkepanjangan di daerah Kecamatan Bolo. 

Ditambah, untuk Pilkada tahun ini ada salah satu putra asli Kecamatan Bolo yang bertarung dalam kontekstasi Pilkada Kabupaten Bima tahun 2020, dalam politik manapun tidak ada peserta Pemilu yang mau kalah di kandang sendiri, ego Politik adalah alasan utama yang harus di pertahankan. Jika ego Politik ini longgar tentu akan menjadi bahan buli-bulian untuk kecamatan yang lain. 

Tren masyarakat Kecamatan Bolo juga cukup luar biasa dalam membaca dinamika perpolitikan di Kabupaten Bima. Masyarakat Kecamatan Bolo sering di juluki sebagai Politik elit, kenapa tidak dominasi Kepala Dinas di Kecamatan Bolo banyak menguasai sistem Pemerintah Daerah. Belum lagi jika kita lihat dari unsur yang lain terutama di jajaran Legislatif. 

Dari hasil survey, rata-rata konseptor, ketua tim kabupaten dan pemain ganda dalam Pilkada tahun ini dari ke 3 Pasangan Calon berasal dari Kecamata Bolo. Hal ini tentu saja tidak bisa kita sebutkan satu persatu siapa dibelakang layar dari ke 3 Pasangan Calon ini. Sebagai Ketua Tim, tentu daerah kekuasaannya tidak mau di garap oleh orang lain,"Menjelang hari H Kecamatan Bolo semakin seksi saja". 

Hawa panas terhadap iklim politik di Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima sudah di depan mata, mimpi kita untuk menciptakan Pilkada damai untuk tahun ini akan terwujud jika seluruh elemen saling menjaga stabilitas.

Mai Menara, taq ciptakan Pilkada ma Hawo ro Mabusi. (Ayo semuanya, kita ciptakan Pilkada yang tenang dan adem) Jangan lagi ada Darah, Api, Pemblokiran Jalan atau Aksi saling kerjar-kejaran di tengah jalan di Kabupaten Bima seperti tahun lalu. 

(Penulis adalah Alumni SKPP Bawaslu Kabupaten Bima 2020).

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar