SPACE IKLAN

header ads

Lapak Pedagang di Taman Labuhan Haji Terbakar Dini Hari, Pemilik Rugi Rp30 Juta dan Akan Lapor Polisi

Foto. Istimewa.

Laporan: Dedy
Juma'at, 6 Februari 2026

WARTABUMIGORA.ID | LOMBOK TIMUR – Insiden kebakaran kembali terjadi di kawasan wisata Taman Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Sebuah lapak pedagang yang berada di area eks wisata Pantai Sunrise Land Lombok dilaporkan hangus terbakar pada Jumat dini hari (06/02/2026).

Pemilik lapak, Ayong atau Ahyar Rasidi, mengetahui kejadian itu sekitar pukul 03.00 WITA setelah diberitahu penjaga malam pantai. Ironisnya, hingga kini penyebab kebakaran masih gelap, sementara pengelola baru kawasan wisata terkesan tidak sigap memberikan penjelasan.

Ayong mengatakan penjaga malam tidak mengetahui asal mula api. Kebakaran baru disadari setelah terlihat cahaya merah dari kejauhan, saat api sudah membesar dan melahap seluruh lapak.

“Penjaga malam itu juga tidak tahu siapa yang menyulut api atau dari mana asalnya. Dia tahunya setelah api sudah besar dan kelihatan memerah dari jauh,” ujar Ayong saat dikonfirmasi melalui telepon.

Yang membuat Ayong semakin curiga, lapaknya sudah lama tidak dialiri listrik. Ia menegaskan, meteran listrik telah dibongkar sejak pengelolaan kawasan berpindah dari Sunrise Land Lombok ke pihak lain.

“Listrik sudah lama mati, kilometernya dibongkar sejak pengelolaan pindah. Jadi tidak mungkin korsleting,” tegasnya.

Lapak tersebut kini rata dengan tanah. Tidak ada sisa bangunan, tidak ada barang yang bisa diselamatkan. Semuanya habis terbakar tanpa menyisakan puing berarti.

Akibat peristiwa itu, Ayong mengaku mengalami kerugian hingga Rp30 juta. Kerugian tersebut tidak hanya material, tetapi juga memutus sumber mata pencahariannya sebagai pedagang.

“Kerugian saya sekitar tiga puluh juta rupiah. Karena lapak itu baru saja selesai direnovasi,” katanya.

Namun yang lebih memprihatinkan, Ayong mengaku sudah mendatangi pihak pengelola baru kawasan wisata Taman Labuhan Haji untuk meminta kejelasan. Sayangnya, ia tidak mendapatkan jawaban maupun solusi.

Menurut Ayong, pengelola baru kawasan tersebut terdiri dari empat orang, tetapi hanya satu orang yang bisa ditemui. Orang itu pun enggan mengambil keputusan.

“Pengelola yang baru ini katanya ada empat orang. Tapi yang hadir cuma satu. Dia tidak berani ambil keputusan, jadi belum ada solusi,” ungkapnya.

Sikap pengelola yang dinilai lamban dan terkesan lepas tangan ini memunculkan tanda tanya besar. Apalagi kebakaran terjadi di kawasan wisata yang seharusnya memiliki sistem pengawasan dan keamanan yang jelas.

Karena tidak ada kepastian, Ayong menyatakan akan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Labuhan Haji untuk meminta penyelidikan lebih lanjut, termasuk memastikan apakah kebakaran ini murni kecelakaan atau ada unsur kesengajaan.

“Ini saya nunggu teman, mau berangkat ke Polsek untuk buat laporan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, lapak yang terbakar itu berada di bagian paling selatan kawasan Pantai Taman Labuhan Haji, tepatnya di area pemecah ombak, lokasi yang selama ini dikenal ramai dikunjungi wisatawan.

Kini publik menunggu, apakah pengelola kawasan akan bertanggung jawab atau justru membiarkan pedagang kecil menanggung kerugian sendirian tanpa kepastian hukum.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar