WARTABUMIGORA.ID|LOMBOK TIMUR – Duka dan kecemasan menyelimuti keluarga puluhan jamaah umroh asal Lombok yang terlantar di Mekkah. Harapan untuk pulang dengan selamat berubah menjadi perjuangan berat di tanah suci. Dari total 24 jamaah, hingga kini 17 orang masih tertahan akibat persoalan tiket kepulangan.
Situasi yang dialami para jamaah disebut sangat memprihatinkan. Tidak hanya terlantar, mereka bahkan sempat diusir dari penginapan dan harus bertahan dengan biaya sendiri untuk kebutuhan sehari-hari.
“Mereka tidak hanya terlantar, tapi juga sempat diusir dari penginapan. Sekarang harus menanggung biaya tiket pulang sendiri, padahal itu tanggung jawab travel,” ungkap Novi, anak dari salah satu jamaah, dengan suara bergetar.
Setiap hari, para jamaah harus merogoh kocek pribadi hingga sekitar Rp400 ribu hanya untuk makan dan kebutuhan dasar lainnya. Kondisi ini semakin memperberat beban mereka yang sudah jauh dari tanah air.
Di tengah keterbatasan dan ketidakpastian, keluarga jamaah kini menggantungkan harapan besar kepada Pemerintah Provinsi NTB agar segera turun tangan membantu proses pemulangan.
“Kami sangat berharap pemerintah bisa membantu memulangkan ibu saya dan jamaah lainnya ke Lombok. Mereka sudah cukup menderita,” tambah Novi penuh harap.
Diketahui, jamaah tersebut diberangkatkan oleh travel bernama PT. E N, dengan oknum berinisial HT. Keluarga menilai pihak travel harus bertanggung jawab penuh atas kondisi yang dialami para jamaah.
Peristiwa ini menjadi sorotan serius terkait lemahnya pengawasan terhadap biro perjalanan umroh. Keluarga mendesak pemerintah tidak hanya membantu pemulangan jamaah, tetapi juga mengambil langkah tegas dengan memberikan sanksi kepada pihak travel yang diduga menelantarkan jamaah.
Kisah pilu ini menjadi pengingat bahwa ibadah yang seharusnya membawa ketenangan justru berubah menjadi ujian berat. Kini, satu harapan tersisa: uluran tangan pemerintah agar para jamaah bisa segera kembali ke tanah air dengan selamat.

0 Komentar