SPACE IKLAN

header ads

Nekat! Judi Sabung Ayam Diduga Marak Saat Ramadan di Kuripan, Polisi Siap Turun Tangan

Foto. Istimewa.

Laporan: Zaen
Minggu, 15 Maret 2026

WARTABUMIGORA.ID|LOMBOK BARAT– Aktivitas judi sabung ayam diduga masih berlangsung di wilayah Dusun Tambang Eleh Desa Jagaraga dan Lendang Bile, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat, meskipun umat Islam tengah menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan. Minggu (15/3/2026).

Praktik yang meresahkan masyarakat tersebut disebut-sebut dilakukan secara sembunyi-sembunyi di salah satu lokasi yang di permukiman warga.

Sejumlah warga mengaku resah dengan adanya aktivitas perjudian tersebut. Selain melanggar hukum, kegiatan itu juga dinilai tidak menghormati bulan suci Ramadan.

Salah seorang warga Kuripan yang enggan disebutkan namanya mengatakan, aktivitas sabung ayam itu sudah beberapa kali terlihat dan diduga melibatkan pemain dari sejumlah desa.

“Kami sangat resah. Ini bulan Ramadan, seharusnya diisi dengan ibadah, bukan malah judi sabung ayam. Kami berharap aparat segera turun tangan,” ujarnya kepada wartawan, yang tidak mau disebut. Minggu (15/3/2026).

Menurutnya, kegiatan tersebut biasanya dilakukan pada waktu-waktu tertentu dan di lokasi yang agak tersembunyi sehingga sulit diketahui masyarakat luas.

“Kadang ramai kendaraan yang datang. Kami menduga itu pemain atau penonton sabung ayam,” tambahnya.

Secara hukum, praktik sabung ayam yang disertai taruhan uang termasuk dalam kategori perjudian yang dilarang di Indonesia sebagaimana diatur dalam Pasal 303 KUHP dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian.

Menanggapi informasi tersebut, Kapolsek Kuripan, Ipda I Wayan Eka Aryana, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menegaskan pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan masyarakat.

“Kami akan segera cek ke lokasi. Jika memang ada aktivitas judi sabung ayam, tentu akan kami bubarkan,” tegasnya Singkat.

Secara terpisah, Kepala wilayah kecamatan Kuripan Muktamat, menyatakan tidak setuju dengan adanya praktik sabung ayam, terlebih pada bulan suci Ramadan. Ia menegaskan akan segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

“Saya pada intinya sangat tidak setuju dengan adanya sabung ayam ini, apalagi di bulan suci Ramadan. Saya juga akan koordinasikan dengan pihak dusun setempat karena sebagai pemangku wilayah tentu mereka lebih mengetahui kondisi di lapangan,” ujarnya, melalui Pesan Whasp.

Ia menambahkan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan aparat keamanan serta tokoh masyarakat agar aktivitas tersebut tidak terus berlanjut.

“Kami akan berkoordinasi dengan Kapolsek, pihak TNI, kepala desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat supaya hal ini tidak terjadi berlarut-larut. Tentunya kami juga akan menyampaikan ke pihak kabupaten,” katanya.


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar