SPACE IKLAN

header ads

Puluhan Kafilah Ramaikan Gema Takbir di GMP Gerung

Foto. Istimewa.

Laporan: Lalu Emy
Juma'at, 2026

WARTABUMIGORA.ID|LOMBOK BARAT- Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menggelar Festival Gema Takbir dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri di Alun-Alun Giri Menang Park (GMP), Kota Gerung, Jumat (20/3/2026) malam. 

Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Kantor Bupati Lombok Barat ini diikuti oleh 27 kafilah dari berbagai kecamatan.

Festival ini tidak hanya menjadi ajang syiar keagamaan, tetapi juga momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiah serta memperkenalkan wajah Kota Gerung yang terus berkembang melalui berbagai pembangunan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Lombok Barat, H. Rizki Bani Adam, menyampaikan bahwa pawai takbiran akan dimulai pukul 20.00 WITA. Namun, seluruh peserta diwajibkan hadir lebih awal sebelum waktu Magrib untuk melakukan registrasi dan pengambilan nomor urut.

“Peserta diharapkan datang lebih awal agar proses registrasi berjalan lancar, sehingga kegiatan bisa dimulai tepat waktu,” ujarnya.

Tahun ini, sebanyak 27 miniatur pawai  berasal dari lima kecamatan, yakni Gerung, Lembar, Kuripan, Labuapi, dan Lingsar. Kehadiran peserta dari berbagai wilayah tersebut diharapkan semakin menambah semarak suasana malam takbiran di Lombok Barat.

Menurut Rizki, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana promosi daerah, khususnya Giri Menang Park yang menjadi salah satu titik utama dalam rute pawai.

“Pawai takbiran ini sekaligus menjadi ajang promosi Giri Menang Park sebagai spot swafoto yang menarik bagi masyarakat,” jelasnya.

Adapun rute pawai dimulai dari Taman Kehati di depan Kantor PDAM Cabang Gerung, kemudian melintasi kawasan perkantoran pemerintah daerah, dan berakhir di Taman Kota Giri Menang.

Ketua panitia, Mutholib, menjelaskan bahwa tema tahun ini mengangkat semangat memperkuat ukhuwah Islamiah untuk mewujudkan Lombok Barat Sejahtera dari Desa. 

Ia juga menegaskan bahwa seluruh peserta wajib mematuhi aturan yang telah disepakati, di antaranya tinggi miniatur maksimal 3 meter dan jumlah peserta minimal 50 orang per kafilah.

Ditempat yang sama, Kepala Bagian Kesra Setda Lombok Barat, Hj. Mutmainnah, menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai religius dalam pelaksanaan kegiatan.

“Pawai takbiran ini bukan sekadar lomba, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi, wadah kreativitas, serta sarana pendidikan karakter dan pelestarian budaya,” ungkapnya.

Selain berdampak pada aspek religius dan sosial, kegiatan ini juga diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Sepanjang rute pawai, pelaku UMKM berpotensi meraih keuntungan dari meningkatnya jumlah pengunjung.

Dengan persiapan matang dan koordinasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat optimistis Festival Gema Takbir tahun ini akan berlangsung semarak, tertib, dan penuh makna.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar