SPACE IKLAN

header ads

Sadis! Maling Potong Sapi Warga di Suranadi, Paha Depan dan Belakang Dibawa Kabur

Foto. Istimewa.

Laporan: ll
Sabtu, 14 Maret 2026

WARTABUMIGORA.ID|`LOMBOK BARAT – Warga Desa Suranadi, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) digegerkan dengan temuan bangkai sapi yang diduga menjadi korban pencurian, Sabtu dini hari (14/3/2026).

Sapi milik warga Dusun Kantar tersebut ditemukan dalam kondisi sudah dipotong oleh pelaku di area perbatasan Dusun Bangket Punik dan Dusun Suranadi. Diduga pelaku menyembelih sapi langsung di lokasi sebelum membawa kabur bagian tubuh yang memiliki nilai jual tinggi.

Berdasarkan informasi warga, bangkai sapi pertama kali ditemukan oleh masyarakat yang melintas di area kebun sekitar lokasi pada pagi hari. Saat ditemukan, kondisi sapi sudah tidak utuh karena sebagian tubuhnya telah dipotong oleh pelaku.

Warga yang mengetahui kejadian itu kemudian langsung memberi tahu pemilik ternak serta masyarakat sekitar. Tidak lama kemudian sejumlah warga mendatangi lokasi untuk memastikan kejadian tersebut.

Dari kondisi bangkai yang ditemukan, pelaku diduga menyembelih sapi langsung di tempat kejadian perkara (TKP). Hal ini terlihat dari bekas potongan pada tubuh sapi yang masih berada di lokasi.

Pelaku diketahui hanya mengambil bagian paha depan dan paha belakang sapi, sementara bagian tubuh lainnya seperti kepala, tulang rusuk, dan organ dalam ditinggalkan di lokasi.

Sapi tersebut diketahui milik seorang warga Dusun Kantar. Selama ini ternak tersebut dititipkan untuk dipelihara oleh warga Dusun Bangket Punik, Desa Suranadi, Kecamatan Narmada bernama Salmi.

Salmi mengaku kaget saat mengetahui sapi yang dipeliharanya telah dipotong oleh maling.

“Saya kaget waktu dikasih tahu warga ada bangkai sapi di kebun. Setelah saya cek ternyata itu sapi yang selama ini dititipkan kepada saya untuk dipelihara,” ujarnya.

Menurutnya, sapi tersebut masih terlihat berada di lokasi penggembalaan pada malam sebelumnya. Namun saat dicek pada pagi hari, sapi tersebut sudah tidak berada di tempat.

“Kemungkinan pelaku beraksi malam hari atau menjelang subuh. Karena malam sebelumnya sapi masih ada,” katanya.

Ia juga menduga pelaku lebih dari satu orang, mengingat bagian paha sapi yang diambil cukup besar dan berat untuk dibawa.

“Kalau lihat cara potongnya dan bagian yang diambil, kemungkinan lebih dari satu orang,” tambahnya.

Peristiwa ini membuat warga sekitar resah karena kasus pencurian ternak beberapa kali terjadi di wilayah pedesaan, terutama menjelang hari besar keagamaan ketika harga daging meningkat.

Tokoh masyarakat setempat mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperketat penjagaan ternak.

“Kami minta warga lebih waspada, terutama yang memiliki ternak. Jika ada aktivitas mencurigakan pada malam hari segera laporkan,” ujarnya.

Warga juga berharap aparat kepolisian segera melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar