WARTABUMIGORA.ID|LOMBOK TIMUR — Setelah sempat dihentikan sementara selama 12 hari, ratusan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Nusa Tenggara Barat (NTB) kini mulai kembali beroperasi. Pencabutan penghentian operasional ini dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) melalui surat resmi bernomor 1479/D.TWS/04/2026 tertanggal 9 April 2026 yang bersifat segera.
Keputusan ini disambut dengan nada lega sekaligus kritik dari Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, yang sebelumnya menyampaikan kekecewaannya atas penutupan mendadak ratusan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya.
“Penutupan ini sangat berdampak pada pelayanan masyarakat, terutama bagi anak-anak penerima manfaat program. Kami menyayangkan keputusan yang dilakukan tanpa kesiapan solusi di lapangan,” tegas Haerul Warisin.
96 Dapur Kembali Beroperasi
Merujuk surat dari BGN, sebanyak 96 dapur SPPG di seluruh NTB kini telah diizinkan untuk kembali beroperasi setelah sebelumnya terkena suspend akibat belum memenuhi standar Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Dari jumlah tersebut, 21 dapur berada di wilayah Lombok Timur dan mulai aktif kembali pada Senin, 13 April 2026. Salah satu yang menjadi perhatian adalah SPPG Sikur yang dikelola oleh Yayasan Haerul Warisin Peduli Lombok.
Fokus Perbaikan Standar
Perwakilan Badan Gizi Nasional menyampaikan bahwa pencabutan suspend dilakukan setelah adanya komitmen dari pengelola dapur untuk segera memenuhi standar yang telah ditetapkan.
“Pencabutan ini bersifat sementara dengan pengawasan ketat. Setiap dapur wajib menuntaskan standar IPAL dan SLHS demi menjamin kualitas dan keamanan pangan,” ujar salah satu pejabat BGN dalam keterangannya.
Dampak dan Harapan
Penutupan sebelumnya sempat menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama bagi penerima manfaat program MBG. Banyak pihak menilai, keberadaan dapur SPPG sangat vital dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.
Bupati Lombok Timur menegaskan bahwa ke depan diperlukan koordinasi yang lebih baik antara pemerintah pusat dan daerah agar kebijakan serupa tidak kembali menimbulkan dampak luas.
“Kami berharap ada komunikasi yang lebih intensif dan solusi yang terukur sebelum kebijakan diambil, agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” tambahnya.
Daftar 21 Dapur SPPG di Lombok Timur yang Kembali Beroperasi
Berikut dapur SPPG di Lombok Timur yang telah diizinkan kembali beroperasi:
- SPPG Aikmel 3 (Yayasan Prana Citra Lombok) – Aikmel
- SPPG Aikmel (Yayasan Darul Ulum Sibawaeh) – Aikmel Barat
- SPPG Jerowaru (Yayasan Al Qimmah Nusantara) – Sepapan
- SPPG Labuhan Haji (Yayasan Awal Betulung Sesama) – Ijobalit
- SPPG Labuhan Haji (Yayasan Maju Bersama NTB) – Tanjung
- SPPG Lenek (Yayasan Ponpes Manarul Qur’an Sukarema) – Sukarema
- SPPG Montong Gading (Yayasan Ponpes Nurussa’adatain NW Gonjong) – Pringga Jurang
- SPPG Pringgabaya (Yayasan Makna Futuh Lya Paelori) – Pohgading
- SPPG Sakra (Yayasan Maju Bersama NTB) – Sakra
- SPPG Sakra (Yayasan Al Khasim Insan Sejati) – Sakra
- SPPG Sakra Barat Jerogunung (Yayasan YPIT Dhiaul Fikri)
- SPPG Sakra Barat Montong Beter (Yayasan Kurnia Medika Jaya)
- SPPG Sakra Barat Rensing Raya (Yayasan Bina Umat Rinjani)
- SPPG Sikur (Yayasan Haerul Warisin Peduli Lombok) – Gelora
- SPPG Sikur (Yayasan Putra Putri Lombok Timur)
- SPPG Suralaga (Yayasan Makna Futuh Lya Paelori) – Dames Damai
- SPPG Suralaga Gapuk (Yayasan Bakti Rumah Peduli)
- SPPG Suralaga (Yayasan Ishlahil Athfal)
- SPPG Suralaga (Yayasan Budi Sain Mangkling)
- SPPG Terara (Yayasan Insan Cita Selaparang) – Leming
- SPPG Terara (Yayasan Keramat Manimbaya Dua) – Terara 3
Dengan kembali beroperasinya dapur-dapur tersebut, diharapkan distribusi program Makan Bergizi Gratis di Lombok Timur dan NTB secara umum dapat kembali berjalan normal serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

0 Komentar