WARTABUMIGORA.ID|LOMBOK BARAT – Di tengah keterbatasan ruang gerak, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) umat Hindu di Lapas Kelas IIA Lombok Barat menemukan ruang hening dan ketenangan batin melalui pelaksanaan Odalan di Pura Padmasana Bajra Satwa, Kamis (02/04/2026).
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan NTB, Agung Krisna, itu menjadi bagian dari pembinaan kepribadian yang menekankan keseimbangan antara mental, spiritual, dan sosial.
“Kadang yang paling dibutuhkan itu bukan sesuatu yang besar, tapi ruang untuk tenang. Di situ mereka bisa mulai berdialog dengan diri sendiri, dan itu penting untuk proses perubahan,” tutur Agung.
Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti Odalan bukan sekadar ritual, melainkan sarana refleksi yang membantu warga binaan menemukan kembali makna hidup.
Kepala Lapas Lombok Barat, M. Fadli, mengatakan bahwa pendekatan pembinaan berbasis spiritual terbukti memberi dampak nyata.
“Kami melihat sendiri perubahan itu. Mereka jadi lebih tenang, lebih terbuka, dan perlahan mulai menata diri,” ujarnya.
Rangkaian Odalan yang dipimpin oleh Ida Pedanda Gede Nyoman Dwija Putra Demung ini berlangsung khidmat, dengan seluruh pegawai dan warga binaan umat hindu mengikuti setiap prosesi secara penuh penghayatan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Lapas Lombok Barat dalam menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan, tetapi juga menyentuh aspek batin dan kesadaran diri warga binaan.

0 Komentar