SPACE IKLAN

header ads

Bulog NTB Buka Suara Soal Beras Oplosan, Tegaskan Pelaku Bukan Orang Dalam

Foto. Istimewa.

Laporan : Zul
Juma'at, 26 Juni 2026.

WARTABUMIGORA.ID|LOMBOK BARAT- Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog Nusa Tenggara Barat (NTB), Rizal P. Sukmaadijaya, menyampaikan bahwa Perum Bulog NTB menerima dengan terbuka kedatangan massa aksi dari Laskar Pemuda Sasak yang menyampaikan aspirasi di Kantor Wilayah Bulog NTB.

"Kami menerima dengan baik kedatangan rekan-rekan dari Laskar Pemuda Sasak. Pintu kantor kami buka dan kami persilakan untuk berdiskusi di dalam, namun mereka memilih menyampaikan tuntutannya di luar kantor dan meminta bertemu langsung dengan Kepala Bulog. Saat itu Kepala Bulog sedang melaksanakan tugas di luar kantor," ujar Rizal, Jum'at, 26 Juni 2026.

Rizal menjelaskan, massa aksi menyampaikan dua tuntutan utama yang berkaitan dengan dugaan pengoplosan beras di wilayah Lombok Barat dan Lombok Timur.

"Terkait kasus di Lombok Barat, peristiwa tersebut terjadi pada Juni 2025 dan dilakukan oleh oknum di luar Bulog. Kasus tersebut telah diproses sesuai hukum dan pelakunya telah ditahan. Dengan demikian, kasus tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan Bulog," tegasnya.

Sementara itu, terkait dugaan pengoplosan beras di Lombok Timur, Rizal menjelaskan bahwa kasus tersebut terjadi sekitar Oktober 2025 dan melibatkan oknum mitra kerja Bulog.

"Kasus di Lombok Timur juga telah diproses secara hukum oleh Polres Lombok Timur dan saat ini masih berjalan. Bulog menghormati serta mendukung penuh seluruh proses penegakan hukum yang dilakukan aparat," katanya.

Menurut Rizal, Bulog NTB terus bersikap kooperatif dengan memberikan data dan informasi yang diperlukan aparat penegak hukum, sekaligus melakukan evaluasi terhadap sistem pengawasan internal.

"Apabila di kemudian hari terbukti ada oknum internal Bulog yang terlibat dalam pelanggaran, tentu akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kami sangat menghormati mekanisme hukum yang berjalan," ujarnya.

Menanggapi tuntutan pencopotan Kepala Bulog NTB, Rizal menegaskan bahwa setiap keputusan organisasi memiliki mekanisme dan dasar yang harus dipenuhi.

"Setiap proses evaluasi jabatan memiliki mekanisme dan prosedur yang jelas. Semua harus didasarkan pada fakta dan hasil evaluasi yang objektif," katanya.

Rizal juga memastikan bahwa stok beras pemerintah di NTB dalam kondisi sangat aman.

"Saat ini stok beras yang dikuasai Bulog NTB sangat mencukupi, bahkan menjadi yang terbesar sepanjang sejarah Bulog NTB. Kapasitas gudang kami sampai harus ditambah dengan menyewa gudang di luar. Selain memenuhi kebutuhan NTB, kami juga membantu pemenuhan stok untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara Timur," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa penyaluran bantuan pangan tetap berjalan sesuai ketentuan.

"Saat ini kami sedang menyalurkan bantuan pangan untuk dua alokasi secara bersamaan dan ditargetkan seluruhnya selesai tersalurkan pada akhir Juni. Seluruh proses penyaluran berjalan secara normatif sesuai ketentuan," ujarnya.

Untuk mencegah terulangnya kasus serupa, Bulog NTB terus memperkuat pengawasan bersama Satgas Pangan.

"Kami secara aktif bekerja sama dengan Satgas Pangan dalam melakukan pengawasan dan monitoring, baik secara rutin maupun insidental. Kami juga terus memberikan pembinaan kepada seluruh mitra kerja agar kepatuhan terhadap aturan semakin baik," katanya.

Menutup keterangannya, Rizal menegaskan komitmen Bulog NTB untuk terus terbuka terhadap kritik dan masukan dari seluruh elemen masyarakat.

"Bulog pada prinsipnya sangat terbuka terhadap semua pihak. Kami siap menerima kritik, saran maupun masukan sebagai bagian dari upaya memperbaiki pelayanan dan menjalankan penugasan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan. Pintu Bulog selalu terbuka bagi siapa pun yang ingin berdiskusi secara baik," pungkas Rizal.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar