SPACE IKLAN

header ads

Pelabuhan Senggigi Jadi Mesin PAD Baru Lombok Barat, Capai 97 Persen Target dalam Enam Bulan

Foto. Istimewa.

Laporan : Zul
Senin      : 22 Juni 2026.

WARTABUMIGORA.ID|LOMBOK BARAT – Kinerja Pelabuhan Senggigi sebagai salah satu pintu masuk wisatawan ke Pulau Lombok terus menunjukkan tren positif. Hingga Juni 2026, Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari aktivitas pelabuhan tersebut telah mencapai lebih dari Rp600 juta atau mendekati target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp700 juta.

Capaian tersebut menjadi sinyal kuat meningkatnya aktivitas transportasi laut dan kunjungan wisatawan, terutama wisatawan mancanegara, yang memanfaatkan layanan kapal cepat melalui Pelabuhan Senggigi.

Kepala Dinas Perhubungan Lombok Barat, M. Hendrayadi, mengatakan realisasi PAD hingga pertengahan tahun telah mencapai hampir 90 persen dari target yang ditetapkan dalam APBD 2026.

“Kalau PAD dari pelabuhan sampai bulan Juni sudah mencapai hampir 90 persen. Tahun ini target kita Rp700 juta,” ujar Hendrayadi saat ditemui, Senin (22/6/2026).

Melihat perkembangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat optimistis dapat mengusulkan peningkatan target PAD melalui APBD Perubahan 2026. Bahkan, Dishub menargetkan pendapatan dari Pelabuhan Senggigi bisa mencapai Rp1,2 miliar hingga akhir tahun.

Menurut Hendrayadi, peningkatan pendapatan tidak terlepas dari bertambahnya jumlah perjalanan kapal cepat yang melayani rute dari dan menuju Senggigi. Saat ini terdapat 11 trip setiap hari yang dilayani oleh delapan kapal cepat.

Selain peningkatan frekuensi perjalanan, faktor lain yang turut mendongkrak kinerja pelabuhan adalah pembenahan infrastruktur dermaga yang telah selesai dilakukan. Fasilitas tersebut kini mampu melayani hingga tiga kapal cepat bersandar secara bersamaan dengan kapasitas maksimal 499 gross tonnage (GT).

Pembenahan infrastruktur tersebut berdampak langsung terhadap peningkatan jumlah penumpang. Dishub mencatat lonjakan penumpang yang sangat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Dengan adanya penambahan trip kapal, lonjakan penumpang hampir 10 kali lipat dibanding tahun lalu,” ungkap Hendrayadi.

Mayoritas pengguna layanan kapal cepat melalui Pelabuhan Senggigi saat ini masih didominasi wisatawan mancanegara. Tingginya mobilitas wisatawan asing dinilai menjadi salah satu indikator membaiknya sektor pariwisata Lombok Barat pasca penguatan konektivitas transportasi laut.

Untuk mendukung pelayanan yang lebih modern dan transparan, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat juga resmi meluncurkan sistem e-ticketing Easybook di Pelabuhan Senggigi pada 11 Juni 2026. 

Sistem digital tersebut menjadi bagian dari upaya transformasi layanan transportasi laut berbasis teknologi.

Menurut Hendrayadi, penerapan Easybook bertujuan meningkatkan akurasi data penumpang sekaligus memperkuat sistem pengawasan di pelabuhan. Melalui sistem ini, pemerintah dapat memantau identitas penumpang dan negara asal wisatawan yang masuk melalui Pelabuhan Senggigi secara lebih akurat.

“Tujuan utamanya untuk menghindari bias data dan memudahkan pengawasan penumpang yang masuk melalui Pelabuhan Senggigi. Kami bisa melihat siapa yang datang dan dari negara mana mereka berasal,” jelasnya.

Selain memberikan kemudahan dalam pembelian tiket, sistem digital tersebut juga diharapkan mampu meminimalkan potensi kebocoran administrasi serta meningkatkan transparansi pengelolaan layanan pelabuhan.

Terpisah, Kepala Bidang Pelayaran Dishub Lombok Barat, Erwin Rachman, menyampaikan bahwa realisasi PAD per Juni 2026 bahkan telah mencapai 97,33 persen dari target Rp700 juta yang ditetapkan tahun ini.

Dengan tren pertumbuhan penumpang, peningkatan jumlah trip kapal cepat, serta penerapan sistem e-ticketing yang semakin memperkuat tata kelola pelabuhan, pihaknya optimistis capaian PAD hingga akhir tahun akan melampaui target yang ditetapkan.

“Dengan kondisi saat ini, kami sangat optimistis target akan terlampaui. Bahkan tidak menutup kemungkinan realisasi PAD bisa mencapai hingga 200 persen dari target yang telah ditetapkan,” kata Erwin.

Peningkatan kinerja Pelabuhan Senggigi tersebut menjadi bukti bahwa sektor transportasi laut dan pariwisata mampu menjadi salah satu sumber pendapatan daerah yang strategis bagi Lombok Barat. 

Di sisi lain, digitalisasi layanan melalui Easybook diharapkan semakin memperkuat posisi Senggigi sebagai gerbang wisata unggulan yang modern, aman, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar