SPACE IKLAN

header ads

BPBD Lombok Barat Tetapkan Status Siaga Kekeringan

Foto. Istimewa.

Laporan : Zul
Rabu, 1 Juli 2026.

WARTABUMIGORA.ID| LOMBOK BARAT - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Barat menyatakan kekeringan mulai melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lombok Barat seiring berakhirnya musim penghujan dan memasuki musim kemarau. Kondisi tersebut diperkirakan akan semakin meningkat dengan adanya potensi fenomena El Nino yang diprediksi terjadi pada Juli 2026.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lombok Barat, Toni Hidayat, S.E.,M.M., mengatakan BPBD telah melakukan berbagai langkah antisipasi setelah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk mengikuti arahan dari BMKG mengenai potensi kekeringan tahun ini.

"Kekeringan ini dipicu berakhirnya musim penghujan dan masuknya musim kemarau seperti tahun-tahun sebelumnya. Ditambah lagi berdasarkan informasi BMKG, pada bulan Juli diperkirakan akan terjadi El Nino yang berpotensi membuat kondisi kekeringan lebih ekstrem. Karena itu kami sudah dua kali melaksanakan rapat koordinasi untuk mengantisipasi dampaknya," ujar Toni Hidayat.

Menurutnya, hingga saat ini terdapat lima kecamatan yang telah terdampak kekeringan, yakni Kecamatan Kuripan, Sekotong, Gerung, Batulayar, dan Lembar.

"Saat ini sudah ada lima desa yang mengajukan permohonan bantuan air bersih secara resmi kepada BPBD, yaitu Desa Taman Baru, Desa Kuripan Selatan, Desa Banyu Urip, Desa Cendi Manik, dan Desa Sekotong Barat. Sejak 23 Juni kami sudah mulai melaksanakan dropping air bersih ke wilayah-wilayah tersebut," jelasnya.

Toni mengungkapkan, distribusi air bersih terus dilakukan sesuai hasil asesmen cepat yang dilakukan di lapangan bersama pemerintah desa dan kecamatan.

"Setiap laporan yang masuk kami lakukan verifikasi dan kaji cepat, kemudian langsung kami tindak lanjuti dengan pendistribusian air bersih. Hingga hari ini total air bersih yang telah disalurkan mencapai 124.000 liter dan telah menjangkau 3.621 kepala keluarga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih," katanya.

Ia menjelaskan bahwa pendistribusian dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat, sehingga terdapat desa yang telah menerima bantuan lebih dari satu kali.

"Ada desa yang sudah menerima dua kali, bahkan ada yang tiga kali pendistribusian air bersih. Semua dilakukan berdasarkan tingkat kebutuhan masyarakat di lapangan," ujarnya.

BPBD juga memastikan distribusi air bersih melibatkan berbagai instansi agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal.

"Kami berkolaborasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran, PTAM Giri Menang, Bank NTB Syariah, PMI, Dinas Sosial, Dinas Pertanian serta instansi lainnya dalam mendukung pendistribusian air bersih ke wilayah terdampak," ungkap Toni.

Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat telah menetapkan Status Siaga  Bencana Kekeringan yang berlaku mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi meluasnya dampak kekeringan.

"Status yang berlaku saat ini adalah Siaga Darurat Kekeringan. Apabila kondisi semakin meluas dan meningkat, maka akan dilakukan evaluasi untuk kemungkinan peningkatan status sesuai ketentuan yang berlaku," jelasnya.

Meski hingga kini distribusi air masih dapat berjalan dengan baik, Toni mengakui keterbatasan armada menjadi salah satu tantangan apabila kekeringan semakin meluas.

"Saat ini kami masih membutuhkan tambahan armada tangki air. Karena apabila kekeringan semakin masif, tentu kebutuhan distribusi air akan meningkat. Kami juga sudah berkoordinasi dengan BNPB dan Pemerintah Provinsi NTB untuk mendapatkan dukungan tambahan armada," katanya.

Di akhir keterangannya, Toni mengimbau masyarakat agar menggunakan air bersih secara bijaksana selama musim kemarau.

"Kami mengimbau masyarakat agar menggunakan air bersih secara hemat dan sesuai kebutuhan. Utamakan untuk kebutuhan pokok seperti minum, memasak, dan keperluan rumah tangga yang benar-benar penting. Dengan penggunaan air yang bijaksana, diharapkan ketersediaan air dapat dimanfaatkan lebih lama selama musim kemarau berlangsung," pungkasnya.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar