WARTABUMIGORA.ID|LOMBOK BARAT – Kondisi sejumlah bangunan di SMKN 1 Gerung, Kabupaten Lombok Barat, semakin memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Kerusakan yang terjadi tidak hanya mengganggu kenyamanan proses belajar mengajar, tetapi juga dinilai berpotensi membahayakan keselamatan peserta didik maupun tenaga pendidik.
Di sejumlah ruang kelas, genteng terlihat banyak yang berjatuhan hingga rangka atap tampak jelas dari dalam ruangan. Kondisi tersebut diperparah dengan plafon yang berlubang, jendela yang rusak, pintu kelas yang jebol tanpa penutup, serta lantai keramik yang pecah di berbagai titik. Apabila musim penghujan tiba, air hujan dipastikan akan masuk ke dalam ruang kelas melalui atap dan plafon yang rusak sehingga kegiatan belajar mengajar dikhawatirkan semakin terganggu.
Kepala SMKN 1 Gerung, Hj. Erni Zuhara, M.Pd., mengatakan bahwa pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan merupakan bagian penting dari Standar Pelayanan Minimal (SPM) maupun Standar Nasional Pendidikan.
"Kalau melihat kondisi saat ini, kami mengacu pada Standar Pelayanan Minimal. Sarana dan prasarana merupakan bagian penting dalam mendukung kualitas layanan pendidikan. Jika fasilitas belum memadai, tentu akan berdampak terhadap proses pembelajaran. Karena itu kami sangat berharap pemerintah segera memberikan perhatian terhadap kebutuhan sekolah kami," ujar Hj. Erni Zuhara saat dikonfirmasi media, Rabu, 1 Juli 2026.
Menurutnya, kondisi kerusakan bangunan yang semakin parah membuat pihak sekolah harus mengambil langkah antisipatif demi menjaga keselamatan siswa dan pendidik di sekolah.
"Saat ini terdapat lima ruang kelas yang masuk kategori rusak berat. Selain itu, ada dua bagian gedung sekolah yang juga mengalami kerusakan berat berdasarkan hasil analisis konsultan bangunan. Demi keselamatan dan keamanan siswa, besar kemungkinan ruang-ruang tersebut tidak akan kami gunakan lagi pada tahun pelajaran mendatang," jelasnya.
Untuk memastikan proses pembelajaran tetap berjalan, pihak sekolah berinisiatif mengubah dua area yang sebelumnya digunakan sebagai lahan parkir menjadi ruang kelas darurat.
"Karena kondisi ruang kelas yang sudah tidak memungkinkan digunakan, kami berinisiatif menjadikan dua ruangan darurat sebagai tempat belajar sementara. Sebelumnya lokasi tersebut merupakan area parkir sekolah. Langkah ini kami ambil agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung meskipun fasilitasnya sangat terbatas. Ini merupakan inisiatif sekolah karena hingga saat ini bantuan rehabilitasi dari pemerintah belum dapat direalisasikan," ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa kondisi ruang darurat tersebut tentu belum memenuhi standar ruang belajar yang ideal. Namun, langkah tersebut dinilai menjadi solusi sementara agar siswa tetap dapat mengikuti kegiatan belajar.
"Kami sebenarnya sangat khawatir. Rangka atap terlihat sangat jelas karena banyak genteng yang sudah jatuh, plafon berlubang, pintu dan jendela rusak, bahkan lantai keramik juga banyak yang pecah. Jika musim hujan tiba, air akan masuk ke dalam ruang kelas. Kondisi seperti ini tentu sangat mengganggu proses belajar mengajar dan kami juga mengkhawatirkan keselamatan peserta didik maupun guru," katanya.
Lebih lanjut, Hj. Erni mengungkapkan bahwa usulan rehabilitasi gedung sekolah sebenarnya telah diajukan sejak tahun 2023 dan terus diperbarui setiap tahun.
"Sejak tahun 2023 kami sudah mengajukan proposal rehabilitasi. Setiap tahun proposal tersebut kami perbarui, termasuk melampirkan hasil analisis konsultan bangunan dan data kerusakan yang tercatat dalam Dapodik. Tahun ini merupakan pengajuan yang ketiga dan kami berharap dapat menjadi prioritas pemerintah," tuturnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat yang telah memberikan perhatian terhadap kondisi sekolah dengan melakukan peninjauan langsung.
"Alhamdulillah, Kepala Bidang SMK sudah turun langsung ke sekolah kami untuk melihat kondisi bangunan dan membawa proposal kami agar segera diproses. Sebelumnya Bapak Gubernur juga pernah meninjau langsung kondisi sekolah dan berharap kerusakan ini segera mendapat perhatian," ujarnya.
Menutup keterangannya, Hj. Erni berharap pemerintah segera merealisasikan rehabilitasi gedung sekolah agar peserta didik memperoleh lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan sesuai Standar Nasional Pendidikan.
"Harapan kami sederhana, yaitu terpenuhinya kebutuhan sarana dan prasarana sekolah sesuai Standar Nasional Pendidikan. Prioritas utama kami adalah keselamatan peserta didik serta peningkatan kualitas layanan pendidikan. Kami berharap pemerintah segera merealisasikan rehabilitasi gedung sekolah agar proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik, aman, nyaman, dan mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas," pungkasnya.


0 Komentar