WARTABUMIGORA.ID|BIMA – Sejumlah warga menyoroti dugaan penggunaan material lokal yang dinilai tidak memenuhi standar dalam proyek revitalisasi SMPN Satap 6 Monta yang berlokasi di Dusun Tanjung Baru, Desa Tangga Baru, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Sorotan tersebut muncul setelah warga menemukan batu bata yang diduga memiliki kualitas kurang baik digunakan pada proyek pembangunan sekolah tersebut.
Warga khawatir penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi dapat memengaruhi kualitas dan ketahanan bangunan.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, proyek yang dibiayai melalui anggaran pemerintah seharusnya mengutamakan kualitas material sesuai spesifikasi teknis.
"Kami berharap pembangunan sekolah ini menggunakan material yang memenuhi standar. Jangan sampai kualitas bangunan dikorbankan karena penggunaan material yang tidak sesuai," ujarnya. Rabu (1/7/2026).
Berdasarkan informasi yang berkembang di masyarakat, pengadaan material disebut dilakukan oleh ketua dan anggota panitia di bawah kendali seseorang berinisial HB.
Informasi tersebut, menurut sejumlah warga, berasal dari keterangan yang disampaikan oleh kepala sekolah setempat. Namun demikian, informasi tersebut masih berupa dugaan dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Warga meminta instansi terkait melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek agar seluruh pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis dan standar mutu yang telah ditetapkan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari panitia pelaksana, pihak sekolah, maupun pihak berinisial HB terkait dugaan tersebut. Media masih berupaya menghubungi seluruh pihak untuk memperoleh konfirmasi dan hak jawab demi menjaga keberimbangan serta akurasi informasi.

0 Komentar