WARTABUMIGORA.ID|MATARAM — Modus penipuan dengan mengaku sebagai pejabat kepolisian kembali terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Seorang pria berinisial BDSP alias Bogel, kelahiran Juli 1997, warga Karanggebang, Dusun Sobor, Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, ditangkap polisi karena diduga memperdayai sejumlah pelaku usaha.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda NTB Kombes Pol Arisandi mengatakan, tersangka menjalankan aksinya dengan menggunakan identitas dan jabatan palsu sebagai pejabat kepolisian.
Bogel diduga berganti-ganti peran, mulai dari mengaku sebagai direktur, kapolsek, wakapolres hingga kanit. Dalam sejumlah aksinya, tersangka juga diduga menggunakan nomor telepon berbeda untuk menghubungi calon korban.
“Pelaku melakukan penipuan dan terkadang disertai dengan pengancaman dengan berpura-pura atau menggunakan profil sebagai seorang pejabat kepolisian dengan berbagai jabatan,” kata Arisandi di hadapan awak media, Senin (31/8/2026).
Berganti Identitas Pejabat Polisi
Salah satu modus yang digunakan tersangka yakni mengaku sebagai Dirreskrimum Polda NTB dengan menggunakan nama Iptu Yeremia Okta. Dengan identitas tersebut, tersangka menghubungi salah satu pelaku usaha di wilayah Cakranegara.
Tersangka juga pernah mengaku sebagai Kasat Lantas Polresta Mataram. Dalam peran tersebut, ia menghubungi sebuah usaha travel atau tour and travel.
Modus serupa kembali dilakukan dengan mengaku sebagai Kapolsek Mandalika. Kali ini, sasaran tersangka adalah sejumlah pelaku usaha perhotelan dan restoran, di antaranya The Moon Hotel, The Moon Beach, dan Elamu Resto.
Kepada calon korban, tersangka meminta sejumlah uang dengan dalih sebagai sumbangan untuk membantu korban kebakaran di Desa Adat Sade.
Aksi serupa juga dilakukan dengan mengaku sebagai Kapolsek Sembalun. Tersangka kemudian menghubungi Brothers Homestay dengan modus meminta bantuan bagi korban kebakaran di Desa Adat Sade.
Selanjutnya, tersangka mengaku sebagai Kanit Polair Pos Bangsal dan menghubungi manajer Wahana Cantika Pasbud. Dalam aksinya, korban diminta mentransfer sejumlah uang ke rekening yang telah ditentukan.
Bogel juga pernah mengaku sebagai KSPKT Polsek Tanjung. Dengan identitas tersebut, ia menghubungi Anema Hotel Siro dan kembali meminta sumbangan dengan alasan membantu korban kebakaran di Desa Adat Sade.
Tak berhenti di situ, tersangka bahkan diduga mengaku sebagai Wakapolres Lombok Utara. Salah satu sasarannya adalah PT BAS Gili Meno dengan modus meminta bantuan untuk korban kebakaran di Desa Adat Sade.
Aksi serupa juga dilakukan terhadap salah satu bar di kawasan Gili Trawangan.
Sejumlah Korban Berhasil Diperdaya
Dari sejumlah upaya yang dilakukan tersangka, tidak seluruhnya berhasil. Namun, beberapa korban diduga berhasil diperdaya hingga mentransfer sejumlah uang.
Arisandi menyebut sejumlah pelaku usaha yang diduga menjadi korban di antaranya Aston Sunset Beach Resort Gili Trawangan, Rudy Travel, Papaya House, Window Bar Gili Trawangan, serta Pila Traun.
“Dari sekian upaya yang dilakukan pelaku, ada yang berhasil memperdayai korban, namun ada juga yang tidak berhasil,” ujar Arisandi.
Polisi kemudian mengamankan sejumlah barang bukti dari tangan tersangka. Barang bukti tersebut antara lain satu unit telepon seluler Oppo A5 warna hitam, satu kotak handphone Oppo A5, dokumen bukti transfer, serta tangkapan layar percakapan antara tersangka dengan para korban.
Polisi masih melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan adanya korban lain dan aksi serupa yang dilakukan tersangka.

0 Komentar