SPACE IKLAN

header ads

Warga Sade Rencanakan Bangun Kembali Rumah Adat, Ingin Kembalikan Suasana seperti Era 1990-an

Foto. Istimewa.

Laporan: ll
Juma'at, 28 Agustus 2026.

WARTABUMIGORA.ID|LOMBOK TENGAH — Warga Desa Adat Sade, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai merencanakan konsep pembangunan kembali rumah-rumah tradisional yang hangus terbakar pada Sabtu (22/8/2026).

Kebakaran menghanguskan sejumlah rumah tradisional yang menjadi bagian dari kawasan permukiman adat Sade. Rumah-rumah tersebut umumnya menggunakan alang-alang sebagai atap dan bambu sebagai material dinding.

Setelah api padam, sebagian kawasan yang terdampak kini hanya menyisakan abu dan pondasi bangunan.

Warga pun mulai membahas konsep pembangunan kembali rumah adat tersebut. Salah satu gagasan yang muncul adalah mengembalikan suasana Desa Adat Sade seperti pada era 1990-an.

Seorang warga Sade, Sa'nah, mengatakan hampir seluruh warga yang tinggal di kawasan tersebut sepakat untuk mempertahankan karakter tradisional Sade dalam proses pembangunan kembali.

Menurut dia, warga ingin kawasan adat tersebut kembali menggambarkan kehidupan masyarakat Sasak pada masa lalu, termasuk mengurangi penggunaan berbagai fasilitas modern yang dinilai mengubah karakter rumah adat.

"Kami ingin Sade seperti tahun 90-an, tidak ada semen, tidak ada kompor gas, tidak ada listrik, kami ingin seperti masa lalu. Semoga keinginan kami ini bisa terwujud untuk merepresentasikan Suku Sasak di Lombok," kata Sa'nah, Kamis (27/8/2026).

Meski demikian, konsep tersebut tetap harus mempertimbangkan aspek keselamatan warga. Terlebih, kebakaran yang terjadi membuat masyarakat memiliki kekhawatiran terhadap potensi kebakaran kembali.

Dalam masterplan pembangunan yang nantinya disiapkan, jaringan listrik tidak sepenuhnya dihilangkan. Listrik tetap akan dipertimbangkan untuk memenuhi kebutuhan warga, tetapi pemasangannya direncanakan menggunakan jaringan bawah tanah.

Dengan konsep tersebut, kabel listrik tidak lagi membentang di atas atap rumah-rumah tradisional.

"Tadi Ibu Menteri menyampaikan kita butuh listrik itu akan kita pertimbangkan. Karena masyarakat juga trauma dengan listrik," ujar Sa'nah.

Selain penataan jaringan listrik, pembangunan kembali kawasan Sade juga akan memperhatikan sistem pencegahan dan penanganan kebakaran.

Warga bersama pemerintah daerah masih akan membahas lebih lanjut konsep pembangunan tersebut, termasuk kemungkinan penambahan sarana pemadam kebakaran dan fasilitas keselamatan lainnya.

Rencana pembangunan kembali ini diharapkan tidak hanya memulihkan rumah-rumah warga yang terbakar, tetapi juga menjaga karakter dan identitas Desa Adat Sade sebagai salah satu kawasan yang merepresentasikan kehidupan masyarakat Sasak.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar