SPACE IKLAN

header ads

Tiang dan Kabel WiFi Semrawut di Senaru, BPPD KLU Desak Pemerintah Bertindak

Foto. Istimewa.

Laporan: David
Rabu, 2 September 2026.

WARTABUMIGORA.ID|LOMBOK UTARA — Pemasangan tiang dan jaringan kabel internet atau WiFi di kawasan Desa Wisata Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), menuai keluhan dari masyarakat dan pemerhati lingkungan.

Sejumlah tiang baru yang diduga digunakan untuk menopang jaringan kabel internet terlihat berdiri di bahu jalan sepanjang jalur pariwisata. Kondisi tersebut dinilai menimbulkan kesemrawutan serta berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan pengguna jalan, khususnya wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Senaru.

Keluhan tersebut disampaikan Munawir, masyarakat pemerhati lingkungan Desa Wisata Senaru yang juga merupakan pengurus Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Lombok Utara.

Menurut Munawir, pemasangan tiang dan kabel oleh sejumlah pengusaha penyedia layanan internet dilakukan tanpa koordinasi yang jelas dengan masyarakat maupun pihak terkait di daerah.

Ia menilai, pemasangan infrastruktur tersebut terkesan dilakukan secara sepihak dan tidak memperhatikan tata ruang serta estetika kawasan wisata.

“Pemasangan tiang dan kabel ini sudah menimbulkan kesemrawutan. Kami melihat pemasangannya seperti dilakukan sesuka hati tanpa koordinasi terlebih dahulu. Ini tentu mengganggu kenyamanan dan juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan,” kata Munawir, Selasa (2/9/2026).

Menurutnya, Desa Senaru merupakan salah satu kawasan wisata unggulan di Kabupaten Lombok Utara yang menjadi pintu masuk utama wisatawan menuju sejumlah destinasi, termasuk kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani.

Karena itu, keberadaan infrastruktur di sepanjang jalur wisata seharusnya memperhatikan aspek keamanan, kenyamanan, keindahan, serta penataan kawasan.

Munawir menyoroti adanya tiang baru yang ditanam di bahu jalan. Keberadaan tiang tersebut dinilai dapat membahayakan pengguna jalan apabila tidak ditata sesuai aturan dan standar keselamatan.

“Kami keberatan dengan pendirian tiang-tiang baru di bahu jalan. Jalur ini merupakan jalur pariwisata dan setiap hari dilalui masyarakat maupun wisatawan. Seharusnya ada pengaturan dan pengawasan yang jelas,” ujarnya.

Sebagai pengurus BPPD KLU sekaligus perwakilan masyarakat pemerhati Desa Wisata Senaru, Munawir meminta pemerintah daerah melalui instansi terkait segera turun tangan melakukan penertiban.

Ia mendesak Dinas Perhubungan dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Utara untuk melakukan pengecekan terhadap seluruh pemasangan tiang dan jaringan kabel yang berada di sepanjang jalur wisata Senaru.

Menurut Munawir, selama ini masyarakat belum melihat adanya fungsi pengawasan dan kontrol yang maksimal dari instansi terkait terhadap pemasangan tiang-tiang baru tersebut.

“Kami mempertanyakan fungsi kontrol dari Dinas Perhubungan dan Dinas Lingkungan Hidup. Jangan sampai setiap pengusaha bebas menanam tiang sendiri-sendiri tanpa adanya pengaturan,” tegasnya.

Ia menilai, apabila kondisi tersebut terus dibiarkan, maka kawasan wisata Senaru berpotensi semakin semrawut. Selain mengganggu estetika desa wisata, kondisi itu juga dikhawatirkan dapat menimbulkan risiko bagi pengguna jalan.

Munawir mengatakan, masyarakat dan BPPD KLU tidak menolak perkembangan teknologi maupun masuknya layanan internet ke kawasan wisata. Namun, pembangunan infrastruktur tersebut harus dilakukan sesuai aturan dan memperhatikan tata kelola kawasan.

Menurutnya, pemasangan jaringan internet seharusnya dapat memanfaatkan infrastruktur yang telah tersedia, termasuk mengikuti jalur tiang listrik PLN, sehingga tidak perlu mendirikan banyak tiang baru di sepanjang jalan.

“Kami tidak menolak adanya internet atau jaringan WiFi. Justru itu penting untuk mendukung sektor pariwisata. Tetapi pemasangannya harus tertib dan mengikuti aturan. Kalau memungkinkan, jaringan bisa mengikuti tiang yang sudah tersedia sehingga tidak semakin memenuhi bahu jalan,” katanya.

BPPD KLU dan masyarakat pemerhati lingkungan Desa Wisata Senaru pun meminta agar tiang-tiang baru yang dianggap mengganggu jalur pariwisata segera dievaluasi.

Mereka berharap pemerintah daerah dapat melakukan penataan secara menyeluruh terhadap seluruh jaringan kabel dan tiang yang ada di kawasan tersebut.

Munawir menegaskan, persoalan tersebut telah disampaikan secara langsung kepada Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar.

Ia berharap laporan tersebut mendapat perhatian serius sehingga pemerintah segera mengambil langkah untuk menjaga keamanan, kenyamanan, serta wajah kawasan wisata Senaru.

“Secara langsung persoalan ini sudah saya laporkan kepada Bupati. Kami berharap ada langkah konkret dari pemerintah untuk menertibkan pemasangan tiang dan kabel yang tidak sesuai dengan penataan kawasan wisata,” ujarnya.

Masyarakat berharap pemerintah Kabupaten Lombok Utara tidak hanya fokus pada pembangunan dan promosi destinasi wisata, tetapi juga memperhatikan penataan infrastruktur pendukung.

Penataan jalur wisata dinilai penting untuk menjaga citra Senaru sebagai salah satu destinasi unggulan di Pulau Lombok yang setiap tahunnya dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Perhubungan maupun Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Utara terkait keluhan masyarakat dan BPPD mengenai pemasangan tiang serta kabel internet di sepanjang jalur wisata Desa Senaru.

Pihak pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan penjelasan sekaligus melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan legalitas, standar keselamatan, serta tata kelola pemasangan infrastruktur tersebut.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar