SPACE IKLAN

header ads

Warga Labuapi Tolak Pelebaran Jalan, Irigasi Pertanian Jadi Taruhan

Foto. Istimewa.

Laporan: Zul
Kamis, 3 September 2026.

WARTABUMIGORA.ID|LOMBOK BARAT-Rencana pelebaran jalan yang dilakukan pengembang PT Lambang Sejati di wilayah Dusun Labuapi Selatan, Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, menuai penolakan dari sejumlah warga. Penolakan tersebut dipicu persoalan saluran irigasi yang selama ini dimanfaatkan masyarakat untuk mengairi lahan pertanian. Warga menyebut saluran yang sebelumnya menjadi salah satu jalur utama aliran air telah dibelokkan dan ditutup sehingga debit air menuju lahan pertanian dinilai tidak lagi maksimal.

Salah seorang warga Dusun Labuapi Selatan, Toni Erlan, mengatakan keberatan terhadap persoalan tersebut telah disampaikan sejak tahun lalu. Namun, menurut Toni, warga belum memperoleh penjelasan yang memadai dari pihak pengembang mengenai rencana pelebaran jalan maupun dampak yang kemungkinan ditimbulkan.

“Dari tahun lalu kami sudah menyampaikan keluhan. Tidak ada bahasa atau pemberitahuan dari pengembang kalau akan ada pelebaran jalan. Kami menilai ini menimbulkan dampak lingkungan dan sosial,” ujar Toni, Rabu, 2 September 2026.

Toni menegaskan, warga meminta agar rencana pelebaran jalan terlebih dahulu dibahas bersama masyarakat sebelum pekerjaan dilanjutkan.

“Kami menolak akses pelebaran jalan tersebut sebelum ada pembahasan dan kesepakatan yang jelas dengan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mempertanyakan belum adanya mediasi terbuka antara warga dengan pihak pengembang untuk membahas persoalan tersebut.

“Tidak pernah ada mediasi sebelumnya. Kami menolak karena tidak ada itikad baik dari pengembang untuk duduk bersama membahas persoalan ini,” katanya.

Selain pihak pengembang, Toni juga menyoroti Pemerintah Desa Labuapi yang menurutnya belum memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut. Ia mengaku khawatir sikap tersebut dapat menimbulkan kesan bahwa pemerintah desa mendukung rencana pelebaran jalan.

“Kami merasa Pemerintah Desa Labuapi selama ini bungkam dan acuh. Kami menduga seolah-olah pemerintah desa mengiyakan dan mendukung pelebaran jalan tersebut,” ungkapnya.

Penolakan juga disampaikan Juarsih, pekasih Dusun Labuapi Selatan. Ia menyatakan keberatan terhadap pemindahan saluran irigasi tersier yang selama ini digunakan untuk mengairi lahan pertanian warga. Menurutnya, saluran irigasi memiliki peran penting bagi petani sehingga setiap perubahan jalur harus terlebih dahulu dibahas dan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat.

“Kami tegas menolak adanya perpindahan irigasi tersier karena ini menyangkut kebutuhan air bagi pertanian warga,” ujar Juarsih.

Juarsih mengatakan persoalan tersebut juga telah dilaporkan kepada pihak Dinas Pertanian agar dapat ditindaklanjuti oleh instansi terkait.

Sementara itu, Muhammad Yani, Ketua RT 09 Dusun Labuapi Selatan, menegaskan bahwa warga di wilayahnya secara bersama-sama menolak rencana pelebaran jalan tersebut. Menurut Yani, penolakan warga bukan semata-mata terhadap pembangunan jalan, tetapi berkaitan dengan dampak yang dikhawatirkan terjadi terhadap sistem irigasi pertanian masyarakat.

“Seluruh warga saya menolak adanya pelebaran jalan tersebut,” tegas Yani.

Yani juga mempertanyakan keterlibatan aparatur kewilayahan dalam proses mediasi. Ia menyebut kepala dusun setempat tidak pernah hadir dalam mediasi antara warga dengan pihak pengembang.

Di tengah penolakan warga, aktivitas pengerjaan di lokasi untuk sementara dihentikan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif dan mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Kapolsek Labuapi Ipda Selamet Riadi, S.H., M.H., saat dikonfirmasi mengatakan pihak kepolisian mengedepankan pendekatan persuasif sembari menunggu proses mediasi antara warga dengan pihak pengembang.

“Untuk sementara aktivitas pengerjaan dihentikan guna menjaga situasi dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Kami mengarahkan secara persuasif terlebih dahulu sambil menunggu adanya mediasi lebih lanjut antara warga dan pihak pengembang,” jelas Ipda Selamet Riadi.

Persoalan tersebut kini menjadi perhatian warga karena menyangkut dua kepentingan, yakni pembangunan akses jalan dan keberlangsungan sistem pengairan lahan pertanian masyarakat.

Warga berharap Pemerintah Desa Labuapi bersama pemerintah daerah dan instansi teknis terkait segera memfasilitasi pertemuan terbuka yang melibatkan masyarakat, pihak pengembang, serta instansi terkait. Warga meminta agar persoalan pelebaran jalan dan pemindahan saluran irigasi dapat dibahas secara transparan sehingga menghasilkan solusi yang tidak merugikan kepentingan masyarakat.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar